Sukses

Harga Akuisisi WhatsApp Rp 223 Triliun Terlalu Murah?

Liputan6.com, Jakarta Kesepakatan akuisisi yang dilakukan antara Facebook dan WhatsApp cukup menarik perhatian banyak orang. Nilai transaksi yang mencapai USD 19 miliar atau sekitar Rp 223 triliun adalah salah satu transaksi dengan nilai terbesar yang ada di dunia.

Namun, 'mahar' dalam jumlah fantastis yang diberikan Facebook untuk meminang WhatsApp dianggap sebagai suatu hal yang tak mengejutkan oleh Ted Livingston, CEO Kik Messenger. Bahkan ia memprediksi bahwa WhatsApp bisa dihargai USD 20 miliar.

"Ketika saya akan berbicara tentang berharganya aplikasi pesan instan saat ini, saya ingin mengatakan 'Saya yakin jika WhatsApp terjual hari ini, harganya akan mencapai USD 20 miliar'," kata Livingston seperti dilansir Business Insider.

Pernyataan itu diungkapnya berdasarkan penilaian bahwa aplikasi pesan instan jauh lebih banyak digunakan sebagai pendukung aktivitas oleh para penggunanya. Ia juga menganggap wajar bila harga WhatsApp jauh melampaui harga pembelian Instagram senilai USD 1 miliar oleh Facebook di tahun 2012 lalu.

Aplikasi mobile perpesanan instans itu dianggap Livingston sebagai produk krusial yang sedang disorot perusahaan raksasa teknologi. "Mereka menjadikannya sebagai objek di 'meja taruhan'," ungkap Livingston.

Kik Messenger merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan pesan instan yang terbesar di dunia. Perusahaan asal Kanada itu menempati jajaran 5 besar bersama Line, WeChat, KakaoTalk dan WhatsApp.


Baca juga:
 
Kecewa Dibeli Facebook, Pengguna Ancam Hapus WhatsApp
Pendiri WhatsApp, Miliarder yang Dibesarkan Kupon Makan Gratis
Saham BlackBerry Melonjak Pasca WhatsApp Dibeli Facebook
Dua Pendiri WhatsApp Masuk Daftar Miliarder Dalam Sekejap
Beli WhatsApp Rp 223 Triliun, Apa Untungnya Buat Facebook?
WhatsApp Dipinang Facebook Dengan `Mahar`Rp 223 Triliun