Sukses

Kakak Beradik Cantik Tuntut Snapchat Rp 119 Miliar

Entah bagaimana, foto mereka yang kini terpampang di salah satu baner promo Snapchat itu dibuat seperti sedang berpose tanpa busana.

Liputan6.com, California - "Snapchat telah membuat kami menjadi seperti pelacur," ungkap Sarah dan Elizabeth Turner, dua kakak beradik asal Amerika Serikat.

Masalah ini dimulai ketika Evan Spiegel, co-founder Snapchat meminta kedua gadis cantik itu menjadi model untuk keperluan promosi aplikasi baru bernama Picaboo. Picaboo sendiri merupakan nama awal Snapchat sebelum populer dan kini menjelma menjadi salah satu media sosial berbagi foto syur yang paling digemari di AS.

Awalnya terasa tidak ada masalah. Mereka berdua mengaku melakukan pemotretan di wilayah pantai California dan berpose menggunakan bikini biasa yang tidak terlalu seksi. Namun sialnya, entah bagaimana foto-foto mereka yang kini terpampang di salah satu baner promo Snapchat itu justru dibuat seperti sedang berpose tanpa busana.

"Mereka mengedit foto tersebut agar kami nampak telanjang. Padahal itu adalah sesi foto bikini yang menyenangkan," papar Sarah seperti yang dilansir laman Mirror, Jumat (26/9/2014).

Parahnya lagi, imej negatif Snapchat yang memang kerap digunakan oleh para pengguna cabul semakin membuat citra Sarah dan Elizabeth di mata kerabat semakin tercoreng. Bahkan, bila Anda melakukan pencarian di Google Search dengan kata kunci 'Snapchat Sluts', maka foto-foto kedua kakak beradik itu akan bermunculan di halaman utama.

Dengan adanya permasalahan ini, Sarah dan Elizabeth memutuskan untuk menyeret Snapchat ke ranah hukum. Mereka bahkan dilaporkan bakal menuntut ganti rugi pada Snapchat sebesar USD 10 juta, atau setara dengan Rp 119 miliar lebih.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.