Sukses

Internet Explorer Ternyata Belum `Mati` di Windows 10

Internet Explorer 11 tetap tersedia di Windows 10 Enterprise.

Liputan6.com, Jakarta - Sistem operasi anyar Windows 10 telah secara resmi tersedia di 190 negara per 29 Juli 2015. Microsoft selaku empunya Windows 10 telah membekalinya dengan browser terbaru Microsoft Edge untuk menggantikan Internet Explorer (IE), yang notabene merupakan mesin peramban default di edisi-edisi Windows sebelumnya.

Namun begitu, Lucky Gani selaku Windows Business Group Lead Microsoft Indonesia menjelaskan, kehadiran Edge tidak sepenuhnya "membunuh" eksistensi IE. Pasalnya, IE akan tetap tersedia di Windows 10 Enterprise yang ditujukan bagi pasar korporasi.

"Microsoft Edge akan menggantikan IE di Windows 10 Home dan Premium untuk consumer. Sementara, di Windows 10 Enterprise disediakan keduanya, Edge dan IE 11," terang Lucky di acara peluncuran Windows 10 di Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Lebih lanjut, Senior Technical Evangelist Microsoft Indonesia, Norman Sasono memaparkan, IE 11 tetap disertakan pada Windows 10 Enterprise karena kebutuhan konsumen segmen korporasi yang lebih kompleks. "Aplikasi-aplikasi perusahaan yang jadul mungkin saja tidak bisa berjalan di browser modern seperti Edge," ungkap Norman.

Windows 10 sendiri digadang-gadang memang merupakan edisi paripurna dari seluruh generasi Windows. Disebutkan bahwa Windows 10 merupakan perpaduan antara Window 7 dengan antar mukanya yang familiar dan Windows 8.1 dengan kecanggihan serta sentuhan modernnya.

Windows 10 juga menjadi sistem operasi pertama Microsoft yang mendukung muti-platform, baik di perangkat mobile maupun PC, bahkan konsol game dan perangkat virtual reality seperti Hololens.

(dhi/dew)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.