Sukses

Ini Kata GrabBike Soal Kisruh Ojek Pangkalan vs Ojek Online

Liputan6.com, Jakarta - Kisruh yang terjadi di antara tukang ojek `online` dimana sebagian besar berasal dari kalangan pengemudi GoJek, akhir-akhir ini kian menyeruak.

Setelah terjadi cekcok di beberapa titik `berbahaya` seperti Depok dan Kalibata, kini para pengemudi GoJek pun membatasi langkahnya memasuki wilayah tersebut. Bahkan, sempat dikabarkan bahwa terjadi tindak kekerasan antar tukang ojek pangkalan dengan pihak GoJek.

Hal ini pun membuat GrabBike, sebagai salah satu penyedia layanan transportasi kendaraan roda dua ikut angkat bicara.

“Resistance tersebut muncul karena adanya keterbatasan pemahaman mereka (tukang ojek pangkalan) terhadap ojek, seperti GoJek maupun GrabBike. Ibarat kata `tak kenal maka tak sayang`, maka langkah kami untuk mengantisipasi ini adalah mengedukasi mereka,” kata Kiki Rizki, Country Head of Marketing GrabTaxi Indonesia saat ditemui tim Tekno Liputan6.com di Jakarta.

Kiki menambahkan, pihak GrabBike tentunya ingin merangkul para ojek pangkalan agar dapat bergabung dan melihat berbagai keuntungan yang bisa didapat ketika menjadi pengemudi GrabBike.

“Yang ingin kami garis bawahi adalah dengan melakukan pendekatan komunitas ke masing-masing ojek pangkalan agar mereka bisa lebih mengerti, lebih baik berfokus ke hal positif daripada ke hal negatif seperti kekerasan,” tandasnya.

Terlepas dari hal tersebut, Kiki juga mengungkap terkait layanan GrabBike yang memang saat ini sangat digandrungi oleh banyak penggunanya.

Untuk saat ini, layanan transportasi yang identik dengan warna hijau terang tersebut belum berencana untuk memperluas jangkauan wilayahnya hingga Bodetabek.

Terlepas dari itu, Kiki menambahkan bahwa salah satu fitur yang sedang dikembangkan oleh GrabBike untuk saat ini akan menghadirkan fitur pembayaran kredit dalam waktu dekat.

(jek/isk)