Sukses

Kurangi Sendawa Sapi, Kurangi Pemanasan Global

Liputan6.com, Toronto: Staf pengajar di Universitas Alberta di Edmonton, Kanada, Stephen Moore, saat ini sedang meneliti gen sapi yang bertanggungjawab atas produksi gas Metana. Menurut jurnal Journal of Animal Science, Moore berhasil membiakkan sapi yang 25 persen lebih sedikit memproduksi gas Metana. Demikian dilaporkan Reuters, Rabu (24/6).

Berdasarkan data kantor cuaca Environment Canada, sapi menghasilkan hampir tiga per empat jumlah keseluruhan emisi gas Metana (CH4) di dunia lewat sendawanya. Gas ini bersifat 20 kali lebih merusak ozon dibanding karbondioksida (CO2).

Metode yang digunakan adalah memberi makanan yang lebih mengandung energi dan minyak bergizi kepada. Ini berarti mengurangi makanan sapi biasa seperti rumput dan makanan berkualitas rendah lain. Lewat makanan berkualitas, sapi akan menkonversi energi tersebut langsung ke otot dan tidak begitu banyak menghasilkan gas metana.

Selain Moore, perusahaan peternakan sapi Stonyfield Farm, New Hampshire, Amerika Serikat berhasil mengurangi emisi dari sapi-sapinya sebesar 12 persen. Mereka berhasil melakukan itu dengan menambahkan sejumlah asupan tambahan ke dalam makanan sapi, seperti tanaman Alfalfa dan rami.

Kepala Departemen Sumber Daya Alam di Stonyfield Nancy Hirshberg mengungkapkan jika setiap peternak di Amerika Serikat dapat mengurangi emisi sapi-sapinya sebanyak 12 persen, itu sama saja dengan menghilangkan setengah juta kendaraan bermotor dari jalanan.(Reuters/YUS)
    Artikel Selanjutnya
    Ransomware WannaCry Bikin Honda Setop Produksi Mobil Seharian
    Artikel Selanjutnya
    NASA Kembali Temukan 219 Exoplanet Baru, Apakah Layak Huni?