Ilmuwan Indonesia Temukan Fosil Gajah Terlengkap
Willy Haryono
28/06/2009 17:03 | Fosil
Liputan6.com, Bandung: Sejumlah ilmuwan Indonesia menemukan dan merekonstruksi fosil gajah purba terbesar dan memiliki rangka hampir paling lengkap yang pernah ditemukan di wilayah tropis, baru-baru ini. Penemuan ini mungkin memberi petunjuk baru terhadap asal muasal hewan raksasa tersebut.
Gajah purba ini diyakini para ilmuwan terbenam di suatu pasir hisap segera sebelum ia tewas di kawasan sungai di pulau Jawa 200 ribu tahun silam. Tulang belulang hewan tersebut, yang berada dalam kondisi utuh nyaris sempurna ditemukan secara tak sengaja ketika tambang penggalian pasir di wilayah sekitar runtuh karena hujan pada Maret lalu.
Gajah tersebut memiliki tinggi empat meter, panjang lima meter, dan berbobot lebih dari sepuluh ton. Ukuran luar biasa ini hampir bisa disamakan dengan ukuran mammoth yang diperkirakan hidup pada periode yang sama.
Kepala tim paleontolog Museum Geologi di Bandung, Jawa Barat, Fachroel Aziz mengatakan, jika dilihat dari bentuk giginya, gajah ini adalah gajah yang sangat primitif. Ia mengungkapkan penggalian fosil utuh gajah purba ini adalah kali pertama sejak musim penggalian fosil vertebrata di Indonesia pada 1863.
Edi Sunardi, seorang ahli fosil independen dari Universitas Padjadjaran, Bandung mengaku terkejut dengan penemuan ini. Ia merasa heran mengapa fosil sebesar ini bisa ditemukan di wilayah tropis seperti Indonesia. Edi mengatakan mungkin fosil itu tertutup oleh sedimen vulkanik sehingga terlindung dari suhu tinggi, erosi, dan proses pembusukan.
Peneliti asal Universitas Wollongong, Australia, Gert van den Berg yang juga ikut membantu penggalian. Saat ini tengah melakukan serangkaian uji coba untuk mengetahui secara pasti usia hewan purba tersebut. Ia juga berusaha keras untuk mengetahui semenjak kapan gajah purba berevolusi menjadi gajah modern seperti sekarang.
Setelah berhasil menggali fosil gajah purba, kini para ilmuwan menghadapi tantangan baru. Mereka harus memisahkan tulang belulang gajah yang tercetak di atas bebatuan kemudian menyusunnya. Hal ini merupakan hambatan bagi para ilmuwan karena proses tersebut membutuhkan dana yang besar, peralatan canggih, dan tim khusus.
Sekitar dua ribu fosil dan tulang belulang gajah telah ditemukan di Indonesia semenjak 150 tahun terakhir. Namun, sebagian besar fosil tersebut tidak berada dalam kondisi baik.(AND/AP)
Gajah purba ini diyakini para ilmuwan terbenam di suatu pasir hisap segera sebelum ia tewas di kawasan sungai di pulau Jawa 200 ribu tahun silam. Tulang belulang hewan tersebut, yang berada dalam kondisi utuh nyaris sempurna ditemukan secara tak sengaja ketika tambang penggalian pasir di wilayah sekitar runtuh karena hujan pada Maret lalu.
Gajah tersebut memiliki tinggi empat meter, panjang lima meter, dan berbobot lebih dari sepuluh ton. Ukuran luar biasa ini hampir bisa disamakan dengan ukuran mammoth yang diperkirakan hidup pada periode yang sama.
Kepala tim paleontolog Museum Geologi di Bandung, Jawa Barat, Fachroel Aziz mengatakan, jika dilihat dari bentuk giginya, gajah ini adalah gajah yang sangat primitif. Ia mengungkapkan penggalian fosil utuh gajah purba ini adalah kali pertama sejak musim penggalian fosil vertebrata di Indonesia pada 1863.
Edi Sunardi, seorang ahli fosil independen dari Universitas Padjadjaran, Bandung mengaku terkejut dengan penemuan ini. Ia merasa heran mengapa fosil sebesar ini bisa ditemukan di wilayah tropis seperti Indonesia. Edi mengatakan mungkin fosil itu tertutup oleh sedimen vulkanik sehingga terlindung dari suhu tinggi, erosi, dan proses pembusukan.
Peneliti asal Universitas Wollongong, Australia, Gert van den Berg yang juga ikut membantu penggalian. Saat ini tengah melakukan serangkaian uji coba untuk mengetahui secara pasti usia hewan purba tersebut. Ia juga berusaha keras untuk mengetahui semenjak kapan gajah purba berevolusi menjadi gajah modern seperti sekarang.
Setelah berhasil menggali fosil gajah purba, kini para ilmuwan menghadapi tantangan baru. Mereka harus memisahkan tulang belulang gajah yang tercetak di atas bebatuan kemudian menyusunnya. Hal ini merupakan hambatan bagi para ilmuwan karena proses tersebut membutuhkan dana yang besar, peralatan canggih, dan tim khusus.
Sekitar dua ribu fosil dan tulang belulang gajah telah ditemukan di Indonesia semenjak 150 tahun terakhir. Namun, sebagian besar fosil tersebut tidak berada dalam kondisi baik.(AND/AP)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
