Sukses

[Wawancara Khusus] Transfer Antarrekening Bank Gratis dengan Flip

Liputan6.com, Jakarta - Dengan kemajuan teknologi di bidang perbankan, kita dapat mentransfer uang kepada seseorang yang berada jauh dari tempat kita secara instan. Bahkan saat ini, mentransfer uang, atau transaksi perbankan lainnya, dapat dilakukan langsung dari smartphone.

Namun, saat ini masih ada satu 'keluhan' dari sebagian di antara kita terkait transfer antarbank, yaitu biaya administrasi. Memang, kalau diperhatikan, biaya administrasi itu tampaknya tidak seberapa, tidak sampai Rp 10.000. Tapi jika uang yang ditransfer antarbank itu hanya Rp 50.000, misalnya, biaya administrasi sebesar Rp 10.000 terasa besar, bukan?

Untungnya, saat ini ada startup (perusahaan rintisan) bernama Flip yang menawarkan solusi atas permasalahan tersebut. Melalui Flip, kita dapat melakukan transfer antarbank tanpa dikenakan biaya.

Kok bisa? Jelas bisa karena Flip bertindak sebagai 'penengah'. Misalnya, kita hendak mentransfer uang dari rekening Bank A ke rekening Bank B. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mentransfer terlebih dahulu ke rekening Bank A milik Flip.



Selanjutnya, Flip akan mentransfer uang dalam jumlah yang sama dari rekening Bank B milik Flip ke rekening Bank B tujuan kita. Dengan demikian, biaya administrasi yang dikenakan untuk transfer antarbank ini menjadi 'dihilangkan'.



Tim di balik Flip adalah Rafi Putra Arriyan, Luqman Sungkar, dan Ginanjar Ibnu Solikhin. Ketiganya merupakan jebolan Universitas Indonesia (UI) dan Flip sendiri ada di bawah pengawasan Direktorat Inovasi dan Inkubasi UI. Dan saat ini, Flip sedang dalam tahap pendirian menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan perizinan Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (KUPU).

Rafi berperan sebagai desainer, sedangkan Luqman dan Ginanjar masing-masing berperan sebagai developer (pengembang). Lalu sebagai penasihat, hadir Hasnul Suhaimi mantan CEO XL Axiata dan Agung Nugroho COO Kudo.

Terkait keamanan, ada dua jenis, yaitu keamanan uang pengguna dan keamanan data pengguna. Untuk keamanan uang pengguna, karena seluruh perpindahan uang berlangsung di dalam sistem perbankan, maka uang pengguna pun akan aman.

Sementara untuk keamanan data pengguna, seluruh data personal pengguna dilindungi dengan enkripsi yang menggunakan AES-128, sehingga tidak dapat dibaca pihak luar. Tak hanya itu, semua komunikasi antarserver juga dienkripsi menggunakan SSL. Kombinasi dari keduanya digunakan untuk menjaga data-data pengguna.

Lalu bicara soal durasi waktu transaksi, Flip mengklaim bahwa waktu normal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi adalah 10 menit, akan tetapi faktor lain seperti banyaknya transaksi yang harus diproses pada saat itu, juga berpengaruh. Kendati demikian, Flip menjamin bahwa transaksi pengguna akan selesai diproses dalam waktu kurang dari 60 menit.

Di setiap transaksi yang berlangsung, uang yang ditransfer ke nomor rekening tujuan menjadi atas nama Flip, akan tetapi nama pengirim akan dicantumkan pada berita transfer. Dan ketika transaksi selesai diproses, Flip akan mengirimkan bukti transaksi melalui e-mail. Pada versi beta, nilai transaksi pengiriman setiap transaksi maksimal Rp 2 juta per hari.

Nah, itu gambaran singkat mengenai Flip. Untuk lebih lengkapnya, simak wawancara kami berikut ini.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Pernah berdiskusi dengan pelaku perbankan? Bagaimana respons mereka dengan gagasan Flip?
Beberapa bank negeri dan swasta sudah mengajak kerja sama agar nasabah mereka dapat menggunakan Flip dengan jalur yang lebih formal. Dari sana kami rasa respons mereka sangat positif.

Flip disebutkan sedang menggarap e-Money, seperti apa konsepnya? Lalu apakah hal ini tidak terlalu dini bagi Flip?
Kami merasa bahwa masalah virtual wallet (e-Money) yang ada saat ini terletak pada tingkat ke-liquid-annya yang rendah. Virtual wallet yang ada saat ini rata-rata hanya dapat digunakan, jika pengguna memiliki rekening di bank tertentu dan beberapa virtual wallet tidak menyediakan layanan pencairan uang ke rekening bank, serta hampir semuanya hanya memberikan layanan untuk transfer uang ke sesama pengguna wallet.

Flip berusaha menyelesaikan masalah-masalah tersebut dengan membuat sebuah sistem yang dapat melakukan transfer uang dari dan ke bank apa pun tanpa biaya. Jika kami dapat melakukan hal itu dengan metode yang scalable, Flip dapat menjadi virtual wallet yang sangat liquid. Inilah konsep yang sedang kami kerjakan saat ini untuk e-money Flip.

Kapan Flip dalam bentuk aplikasi untuk smartphone rampung?
Semoga sebelum pertengahan tahun ini.

Di versi beta, sudah ada berapa pengguna? Sudah berapa transaksi yang terlayani secara akumulatif dan rata-rata per hari?
Pada saat ini kami masih membatasi jumlah pengguna dengan sistem waiting list. Hal ini kami lakukan agar tetap dapat menjaga kualitas layanan Flip, sambil melakukan upgrade sistem agar Flip dapat memenuhi kebutuhan yang ada.

Dalam dua bulan versi beta ini, terdapat sekitar 4000 pengguna terverifikasi dan sekitar 3000 transaksi yang berhasil diproses. Per Januari ini, rata-rata transaksi per harinya mencapai 100 transaksi.

Di versi akhir (full version), berapa pengguna dan transaksi yang ditargetkan?
Flip memiliki belasan ribu pengguna di waiting list yang perlahan mulai kami kurangi. Harapannya pada tahun ini Flip dapat menghilangkan waiting list tersebut dan dapat membantu 50.000 pengguna untuk melakukan transfer antarbank tanpa biaya.

Flip dapat keuntungan dari mana?
Flip telah memiliki revenue (keuntungan) dari penggunaan API kami oleh perusahaan lain.

Seandainya di masa mendatang biaya transfer antarbank dihapuskan, bagaimana kelanjutan Flip?
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Flip tidak pernah berencana hanya untuk menjadi layanan transfer antarbank tanpa biaya. Flip adalah virtual wallet yang benar-benar dapat digunakan oleh semua orang.

Jadi, jika biaya transfer antarbank dihapuskan, di satu sisi hal ini akan sangat mengurangi value yang Flip miliki. Namun di sisi lain, selain masyarakat Indonesia akan menjadi sangat terbantu, Flip juga akan menjadi sangat terbantu, karena tantangan dari segi sistem yang saat ini sedang kami kerjakan (mungkin) dapat menjadi lebih mudah untuk diatasi.

Ada saran atau closing statement bagi pemuda Indonesia lainnya yang ingin terjun ke dunia startup?
Hindari hal yang tidak terlalu berhubungan dengan perkembangan produk kita. Sering kali saat kita membuat sebuah produk dan produknya oke, tiba-tiba kita menjadi artis lokal. Diundang jadi pembicara di sana-sini, keliling kota untuk bertemu berbagai orang, dan lain-lainnya.

Dan akhirnya kita menjadi lupa untuk melakukan hal yang paling penting: mengembangkan produk tersebut dan berbincang dengan pengguna kita. Sebisa mungkin, saat produk kita masih belum jelas masa depannya, fokuslah pada pengembangan produk, berbincang dengan penggguna, dan hindari hal-hal di luar itu.

(Why/Isk)

Artikel Selanjutnya
Galaxy Note 8 Meluncur dengan Dua Paket Penjualan, Pilih Mana?
Artikel Selanjutnya
Resmi, Galaxy Note 8 Dibanderol Rp 13 Juta di Indonesia