Sukses

Peneliti Jepang Ciptakan Teknologi Nirkabel Berkecepatan 100 Gbps

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti asal Jepang berhasil menciptakan pemancar nirkabel (wireless transmitter) baru yang mampu menghasilkan kecepatan data hingga 100 Gbps. Pemancar ini berjalan di frekuensi 275 GHz-305 GHz.

Mengutip keterangan dari Telecom Asia, Sabtu (13/2/2016), team peneliti tersebut terdiri dari Hiroshima University, Panasonic, dan National Institute of Information and Communications Technology.

Mereka mengembangkan transmiter berkapasitas Tera Hertz yang mampu mengirimkan sinyal transmisi dengan tingkat per data channel lebih dari 10 Gbps.

Mereka mengatakan bahwa pemancar itu tadinya merupakan komponen silikon CMOS yang terintegrasi sirkuit. Teknologi ini dapat membuka jalan untuk komunikasi nirkabel dengan kecepatan data sepuluh kali lebih tinggi dari teknologi yang diperbolehkan saat ini.

Band Tera Hertz adalah sumber daya frekuensi bergelombang sub-millimeter yang belum digunakan untuk kebutuhan komunikasi nirkabel. Menurut peneliti, frekuensi ini ideal untuk komunikasi berkecepatan super cepat.

Peneliti telah menguji teknologi modulasi, seperti QAM yang layak untuk cakupan frekuensi 300 GHz. 

"Sekarang teknologi wireless Tera Hertz diperkuat dengan bandwith yang cakupannya sangat luas dan memiliki kemampuan QAM. Penggunaan QAM adalah kunci untuk mencapai kecepatan 100 Gbps di frekuensi 300 GHz,” ujar Minoru Fujishima, profesor di Hiroshima University.

"Hari ini, kita biasanya bicara soal Mbps atau Gbps. Tapi nanti kita akan bicara soal Tbps atau Terabyte per seconds. Saya ingin membawa keluar kecepatan fiber optik ke udara. Dan, kita telah mengambil langkah penting untuk mencapai tujuan itu," kata Fujishima.

Penelitian tentang sirkuit wireless di 300 GHz saat ini masih berjalan. Para ilmuwan berencana untuk mengembangkan sirkuit untuk frekuensi 300 Ghz, begitu juga modulasi dan sirkuit demodulation

(Cas/Isk)

Artikel Selanjutnya
Ericsson Gelar Demo 5G Perdana di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Lebih Ngebut, WiFi di Masa Depan Bakal Gunakan Infrared