Sukses

LinovHR, Software Manajemen HR Karya Anak Bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Menurut survei yang dilakukan Tower Watsons terhadap 798 perusahaan di 37 negara, 30 persen perusahaan di global berencana mengganti human resources (HR) software pada 2015.

40 persen di antaranya menggunakan layanan cloud atau software as a service (SaaS), dan lebih dari 61 persen perusahaan ingin menambahkan layanan teknologi mobile HR.

Di Asia, hanya 46 persen perusahaan yang melihat teknologi mobile HR sebagai solusi, lebih sedikit jika dibanding di Amerika yang mencapai angka 74 persen.

Meski begitu, angka tersebut menunjukkan peningkatan akan sistem HR sebesar 46 persen dibanding kebutuhan sistem HR di 2014.

Beberapa sistem HR yang sudah terkenal sepertiOracle,PeopleSoft, dan SAP memerlukan biaya tinggi dan waktu bertahun-tahun dalam memperoleh ROI (Return onInvestment).

LinovHR, software HCMS karya anak bangsa yang berbasis web dan mobile memberikan kemudahan dari segi penggunaan, biaya, dan kecepatan penerapan sistem pada organisasi.

LinovHR versi cloud atau SaaS menawarkan harga yang sangat terjangkau tanpa harus menginvestasikan hardware dan staf IT untuk melakukan pemeliharaan sistem. Demikian menurut keterangan resmi yang kami terima, Kamis (3/3/2016). 

LinovHR membantu transformasi manajemen SDM dari sekedar peran administratif menuju peran strategis untuk mengembangkan HR sebagai aset organisasi.

Dengan LinovHR, manajemen HR dapat menyelesaikan beberapa hal seperti talent management atau analisis dan metrik tenaga kerja, payroll atau penggajian karyawan, manajemen waktu kerja, sehingga tercipta visibilitas di seluruh landscape karyawan dari statistik sederhana, analisis kompleks, serta pemodelan prediktif.

Teknologi ini tentu memiliki pengaruh positif yang besar pada fungsi manajemen HR dan organisasi secara keseluruhan karena sangat fleksible mengikuti perkembangan atau perubahan bisnis organisasi.

(Isk/Cas)

 

Artikel Selanjutnya
Tesla Bakal Punya Layanan Streaming Musik Sendiri?
Artikel Selanjutnya
Bos dan Ratusan Karyawan Didepak, Bagaimana Nasib Alfacart?