Sukses

Sinyal Aneh dari Luar Angkasa Terdeteksi, Apa itu?

Temuan ini juga berhasil mengungkap semburan yang ternyata tak hanya berasal dari tubrukan bintang neutron

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah astronom dari Cornell University baru saja menemukan peristiwa amat langka. Peristiwa yang dimaksud adalah penemuan semburan pendek gelombang radio dari lokasi yang berada jauh dari Bima Sakti.

Dilansir dari laman The Verge, Jumat (4/3/2016), ini adalah pertama kalinya para astronom menemukan semburan gelombang radio yang sangat cepat dan terjadi secara berulang. Melihat kondisi tersebut, para astronom memerkirakan gelombang ini berasal dari sumber yang sangat kuat dengan jarak yang sangat jauh.

Semburan yang biasa disebut fast radio burst (FRB) ini merupakan misteri yang belum berhasil dipecahkan oleh astronom. Hingga saat ini baru ada 17 sumber semburan yang berhasil ditemukan, dan kebanyakan merupakan berasal dari peristiwa tertutup.

Sebelumnya, ilmuwan memerkirakan gelombang ini berasal dari peristiwa tubrukan bintang neutron. Namun, temuan dari Cornell University ini menunjukkan hal berbeda, sebab apa pun yang menyebabkan semburan tersebut tidak ikut hancur.

Peneliti senior dari Cornell University Shami Chatterjee menuturkan, semburan yang ditemukan ini tidak memiliki sumber ledakan. Untuk itu, ia menduga temuan ini adalah kebetulan yang aneh atau sebenarnya ada jenis FRB lain. Kendati demikian, temuan ini menurutnya telah berhasil sedikit menjelaskan mengenai fenomena yang sebelumnya masih samar.

Upaya pendeteksian FRB sendiri sebetulnya sudah cukup lama dilakukan. Peristiwa ini pertama kali diketahui pada 2007, setelah melakukan analisis dari data yang dikumpulkan teleskop Bumi. Para astronom mengetahui semburan ini berasal dari tempat yang sangat jauh, tapi belum bisa ditentukan sumbernya secara pasti.

Salah satu temuan FRB yang disebut paling memadai sendiri ditemukan beberapa waktu lalu. Semburan itu diperkirakan berasal dari galaksi yang memiliki jarak 6 miliar tahun cahaya dari Bumi. Kendati demikian, data yang ditemukan belum cukup membuat ilmuwan mengetahui posisi sumber pancaran tersebut.

(Dam/Why)

**Saksikan Live Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 di Liputan6.com, SCTV dan Indosiar Mulai Pukul 06.00 - 09.00 WIB. Klik di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.