Peretas Pencuri Identitas di AS Mengaku Bersalah

Zaky Muzakir
01/01/2010 21:45 | Dunia Maya
Liputan6.com, Boston: Mantan mahasiswa berusia 28 tahun bernama Albert Gonzalez mengaku bersalah atas dakwaan mencuri puluhan juta nomor kartu pembayaran dengan menerobos ke dalam sistem komputer perusahaan. Kepada hakim federal Amerika Serikat di Boston, AS, baru-baru ini, Gonzalez mengaku mencuri di beberapa perusahaan termasuk pemroses kartu pembayaran Heartland Payment System, 7-Eleven Inc. dan rangkaian Hannaford di toko klontong New England.

Seperti dilansir ANTARA, ini adalah kasus pencurian identitas terbesar dalam sejarah AS. Atas perbuatannya, Gonzalez menghadapi ancaman hukuman 17 tahun hingga 25 tahun penjara dalam vonis yang akan dijatuhkan Maret 2010.

Dalam persidangan, Gonzalez yang memakai seragam penjara mengatakan kepada hakim, ia menyalahgunakan alkohol dan obat gelap selama bertahun-tahun. Ia menyebut marijuana, kokain, LSD, ketamine, dan jamur hallucinogenik. Karena itu pengacara Gonzalez, Martin Weinberg meminta hakim bersikap lunak karena kliennya menderita kecanduan Internet, penyalahgunaan obat dan gejala bentuk ringan autisme yang dikenal sebagai Asperger syndrome.

Seorang ahli ilmu jiwa yang disewa oleh Gonzalez mengatakan di pengadilan bahwa prilaku kriminal peretas tersebut "sejalan dengan penggambaran gangguan Asperger". Jaksa penuntut juga mengajukan permohonan kepada pengadilan agar melakukan penilaian kejiwaan atas Gonzalez.(ZAQ)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code