Sukses

Rudiantara: Regulasi Harus Bisa Imbangi Dinamika Internet

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, berharap regulasi yang ada saat ini atau nanti dapat mengimbangi dinamika internet. Pasalnya, internet sudah kian berkembang, hingga dapat menimbulkan perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Menurut pria yang akrab disapa Chef RA tersebut, pendekatan internet tidak boleh hanya dilakukan dari sisi teknologi dan regulasi saja. Tapi juga ke masyarakat, yang sejatinya terhubung langsung ke berbagai layanan internet.

"Pendekatan di dunia internet itu tidak boleh hanya dari sisi teknologi dan regulasi, tapi juga ke masyarakatnya. Sehingga nanti bisa tercipta 'etika' dan kalau ada sanksinya, bentuknya adalah sanksi masyarakat. Jadi tidak hanya bergantung pada regulasi saja, tapi ada keduanya," jelas Rudiantara di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Salah satu bentuk pendekatan masyarakat itu, kata Rudiantara, pihaknya bersama sejumlah pemangku kepentingan termasuk Kepolisian, akan bekerjasama membuat periode Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, menjadi lebih baik di lingkungan pengguna internet.

Seperti diketahui, sudah menjadi pemandangan biasa jika kita melihat banyak perseteruan di ranah internet selama periode kampanye Pilkada.

Baik secara terang-terangan atau black campaign. Namun ketika ditanya seperti apa bentuk regulasi yang ditetapkan, Rudiantara mengaku belum bisa berbicara lebih lanjut.

"Kita akan bicarakan secepatnya seperti apa bentuknya, kan Pilkada serentak Februari 2017. Jadi masih ada waktu 4 bulan, tapi akan kita bicarakan secepatnya," tuturnya.
Menkominfo Rudiantara (tengah) di antara para pejabat eselon I yang baru dilantik. (Liputan6.com/Andina Librianty)
Lebih lanjut, Rudiantara pun berharap tujuh pejabat eselon I yang dilantik pada hari ini, dapat mengikuti dinamika internet.

"Saya berharap kami semua akan lebih cepat lagi mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk mengantisipasi maupun mengimbangi dinamika yang terjadi, terutama di dunia internet," pungkas Rudiantara.

(Din/Isk)

Artikel Selanjutnya
Sarwono Kusumaatmadja: Demokrasi Indonesia, Sopir Bus, Ferrari
Artikel Selanjutnya
Jokowi: Geregetan, Negara Lain Maju Kita Sibuk Suudzon dan Fitnah