Sukses

Ditinggal Co-founder, CEO Go-Jek Nadiem Makarim Sedih!

Liputan6.com, Jakarta - Diwartakan sebelumnya, co-founder Go-Jek yaitu Michaelangelo Moran secara resmi meninggalkan perusahaan. Pria yang akrab disapa Mike Moran tersebut, menuliskan pengumuman pengunduran dirinya di akun Facebook pribadinya.

Founder dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, keputusan Mikey Moran meninggalkan Go-Jek membuat dirinya merasa sedih. Pun demikian, Nadiem mendukung keputusan Mikey Moran sepenuhnya.

"Salah satu co-founder Go-Jek yang juga sahabat saya Mikey Moran telah membuat keputusan personal untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan melanjutkan passion-nya. Tentu saja hal ini merupakan keputusan besar yang membuat kami di Go-Jek, terutama saya, merasa sedih, namun sekaligus mendukung sepenuhnya keputusan Mikey Moran untuk bisa melanjutkan hal yang selalu dia senangi di dunia seni dan hiburan," ujar Nadiem Makarim melalui keterangan tertulisnya, Selasa (18/10/2016) di Jakarta. 

 Nadiem menuturkan, Mikey Moran memiliki jasa yang besar dalam perkembangan Go-Jek sejak pertama kali didirikan enam tahun lalu, hingga bisa menjadi sebesar saat ini.

"Dia adalah perancang logo Go-Jek yang sekarang bisa kita lihat digunakan oleh ratusan ribu mitra driver. Mikey pula yang mengawali pembangunan tim brand di Go-Jek hingga banyak dikenal oleh segala lapisan masyarakat," tambah pria kelahiran 4 Juli 1984 tersebut.

Nadiem menegaskan, bahwa pengunduran diri Mike Moran tidak mengganggu kinerja perusahaan, di mana Go-Jek akan terus menghadirkan berbagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan mitra driver dan juga memudahkan kehidupan sehari-hari pelanggan.

"Manajemen Go-Jek dan saya selaku CEO akan meneruskan semangat yang juga dimiliki Mikey ketika kami membangun perusahaan ini bersama co-founder lainnya, bahwa Go-Jek akan terus menghadirkan berbagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan mitra driver dan juga memudahkan kehidupan sehari-hari pelanggan. Selain itu, Mikey masih akan tetap menjalani peran strategis sebagai advisor bagi Go-Jek Indonesia," tutup Nadiem.

(Isk/Why)