Sukses

4,5G Telkomsel Tembus 1 Gbps di Jakarta Selatan

Liputan6.com, Jakarta - Untuk pertama kalinya, Telkomsel dan Huawei menggelar uji coba koneksi 4,5G dengan kecepatan akses data lebih dari 1 Gbps di wilayah Jakarta Selatan.

Teknologi tersebut merupakan gabungan antara antena 4x4 Multiple-Input Multiple-Output (MIMO), teknologi modulasi 256-Quadrature Amplitude Modulation (QAM), dan LTE Licensed-Assisted Access (LAA). Dengan begitu, kapasitas dan efisiensi jaringan 4G yang ada sekarang dipastikan akan meningkat lebih jauh.

Teknologi LAA sendiri membuat penggunaan spektrum unlicensed 5,8 GHz sebagai tambahan di samping spektrum LTE utama demi menggenjot kecepatan akses data.

Dengan meleburnya tiga teknologi ini, peningkatan kecepatan data bisa mencapai lebih dari empat kali lipat dari uji coba LAA sebelumnya.

Seperti disampaikan Direktur Network Telkomsel, Sukardi Silalahi, uji coba 1 Gbps menjadi tahapan implementasi teknologi jaringan 5G di Tanah Air. Telkomsel pun telah mempersiapkan jaringan yang steady untuk memastikan uji coba bisa berjalan dengan lancar.

Memang, konektivitas 5G membutuhkan kecepatan di atas 1 Gbps. Namun terbukti, dalam demo yang dilakukan Telkomsel, kecepatannya sudah menembus 1.03 Gbps. 

 “Kesiapan dalam uji coba 1 Gbps ini mempertegas komitmen Telkomsel untuk selalu menjadi yang terdepan dalam penerapan roadmap teknologi broadband terkini,” kata Sukardi yang ditemui Tekno Liputan6.com di GraPARI Telkomsel Pondok Indah Mall, Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Sementara, Deputy CEO Huawei Indonesia Sun Xiwei, menjelaskan gabungan teknologi LAA, 4x4 MIMO, dan 256-QAM diharapkan bisa memberikan pengalaman layanan digital yang baru bagi pelanggan.

“Dengan memanfaatkan teknologi ini, pelanggan bisa menikmati pengalaman layanan berkecepatan lebih dari 1 Gbps sehingga memungkinkan mereka bisa menikmati layanan seperti VR (Virtual Reality), Augmented Reality (AR), Ultra HD, dan video beresolusi 4K kapan saja dan di mana saja,” kata Xiwei.

Seperti diketahui, Telkomsel mengomersialisasikan 4G LTE sejak akhir 2014. Dilanjutkan oleh Sukardi, implementasi teknologi broadband terkini akan menjadi salah satu pondasi yang membentuk ekonomi digital Indonesia dalam jangka panjang.

Selain perangkat dan aplikasi, Sukardi menambahkan, jaringan yang andal juga dibutuhkan untuk memastikan pelanggan menikmati layanan data berkualitas. Komitmen Telkomsel menawarkan jaringan broadband juga terbukti dari adanya 5.200 eNode B (BTS 4G) yang melayani sekitar 10 juta pelanggan 4G LTE di lebih dari 150 kota kabupaten di Indonesia.

“Saat ini, perangkat yang butuh koneksi 4,5G atau 5G memang belum banyak tersedia. Di Indonesia pun belum ada. Meski begitu, Telkomsel sudah siap dengan teknologinya, in case nanti perangkatnya datang, maka kita ready untuk implementasi,” pungkasnya.

(Jek/Isk)

 

Artikel Selanjutnya
Pasar Properti Jakarta Barat Makin Bersinar
Artikel Selanjutnya
Sentra Timur Superblock Raih Penghargaan Bergengsi di RCA 2017