Sukses

XL Targetkan Cetak 10 Ribu Calon Pemimpin dalam 10 Tahun

Liputan6.com, Bandung - PT XL Axiata Tbk (XL) memproyeksikan mencetak 10 ribu calon pemimpin masa depan dalam 10 tahun, terhitung sejak 2012 lalu, dalam program XL Future Leaders (XLFL).

Presiden Direktur/CEO XL, Dian Siswarini mengatakan program tanggung jawab sosial perusahaan melalui XLFL itu memang tidak mudah diwujudkan.

"Tapi, kami di XL telah bertekad kuat mewujudkannya. Hal ini penting karena kami ingin terus berkontribusi aktif mengembangkan generasi muda program sosial berkelanjutan XLFL, mereka baru bisa kita rasakan di masa mendatang," katanya, akhir pekan lalu.

Menurut dia, setiap peserta XLFL didorong untuk berpikir kritis dan diasah kepekaan sosialnya sehingga dapat mengidentifikasi permasalahan sekaligus menemukan solusi permasalahan tersebut dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dian merinci, dari target 10 ribu calon pemimpin tersebut akan dicapai dengan implementasi pengembangan Program XLFL yaitu Program Global Thinking, Scholarship, e-Learn, serta penerapan program di SMU.

Untuk program e-Learn, XL telah mengembangkan platform belajar secara online yang memberikan pelatihan softskill gratis. Program ini menawarkan manfaat tambahan kepada masyarakat yang mengikuti sejumlah kursus dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan video dan animasi dan kesempatan konsultasi dengan para pakar.

Saat ini, e-Learn mampu menarik minat tidak kurang dari 9.800 siswa aktif, yang terdiri dari mahasiswa, pelajar SMU, karyawan perusahaan, dosen, guru, hingga ibu rumah tangga.

Dian mengklaim, XLFL juga memiliki dampak luas dari segi penyebaran manfaat. Sebab, program tidak hanya dapat dinikmati mahasiswa di pulau Jawa dan Sumatera, juga bisa dinikmati mahasiswa di bagian Timur Indonesia. Hingga saat ini, 55% peserta program dari Pulau Jawa dan 45% luar Jawa.

Sementara untuk program XLFL Scholarship, setiap tahun XL membuka kesempatan 100 mahasiswa untuk mengisi kuota. Sebanyak 400 peserta telah lulus dan sebagian diantaranya telah memasuki dunia kerja, termasuk di XL.

"Untuk Kurikulum Global Thinking, kami saring mahasiswa dari sekitar 12 ribu mahasiswa pendaftar seluruh Indonesia. Selanjutnya, peserta akan mengikuti masa belajar 2 tahun sesuai kurikulum XLFL Global Thinking. Dua bulan sekali mereka mendapatkan mentoring jarak jauh. Untuk mendukung proses belajar, XL membekali mereka dengan smartphone dan laptop," katanya.

Selain menerima peserta baru, XL juga melepas peserta XLFL yang sudah menyelesaikan 2 tahun masa belajar. Kini, tidak kurang dari 400 orang alumni XLFL telah memiliki bekal keahlian untuk merebut posisi-posisi penting di berbagai bidang di masa depan.

Mereka para alumnus berasal dari 73 kampus negeri dan swasta, dan berdomisili di 30 provinsi. Sebanyak 300 orang di antaranya sudah lulus sarjana, dan kini berkarya di berbagai sektor industri, termasuk menjadi aktivis pemberdayaan potensi masyarakat.

"XL memandang perlunya tambahan keahlian dan kompetensi yang perlu dimiliki anak-anak Indonesia agar mampu bersaing memperebutkan peluang tertinggi di percaturan tingkat global," pungkas Dian.

(Msu/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Samsung dan Lazada Indonesia Dukung Pendidikan Anak-Anak Maluku
Artikel Selanjutnya
Punya Ide Bisnis Sosial? Ikuti Kompetisi di Yogyakarta