Sukses

Strategi Grab Ajak Pengguna dan Driver Bertransaksi Nontunai

Liputan6.com, Jakarta - Grab telah meluncurkan GrabPay, fitur cashless payment (pembayaran nontunai) beberapa waktu lalu. Kini, perusahaan transportasi online asal Negeri Jiran tersebut memperkuat fitur ini dengan menawarkan solusi bernama GrabPay Credits.

Dengan begitu, pengguna bisa melakukan top-up saldo GrabPay tak hanya dari kartu kredit atau debit, melainkan dari metode lain seperti via minimarket, ATM, dan eWallet.

Lantas, apakah fitur ini akan bisa berfungsi dengan baik? Apakah para driver akan mau menerima panggilan pengguna yang menggunakan GrabPay, mengingat mereka lebih suka dibayar ‘tunai’ secara langsung ketimbang digital?

Mengenai hal ini, Ridzki Kramadibrata selaku Managing Director Grab Indonesia mengaku bahwa driver memang cenderung lebih suka menerima uang cash ketimbang digital agar bisa digunakan untuk membayar keperluan operasional. 

“Bagaimana pun, kita juga concern dengan hal ini. Karena itu kami hadirkan dua solusi yang dijamin dapat membuat para driver bisa beradaptasi dengan transaksi cashless. Pertama, kami telah memberikan kemudahan bagi mitra-mitra pengemudi untuk mengurangi biaya operasinya,” kata Ridzki kepada Tekno Liputan6.com di Penang Bistro, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Diungkapkan Ridzki, pada pekan lalu Grab baru saja mengeluarkan Top Partners, yaitu program penawaran diskon bensin, makanan, tempat istirahat, insurance medical untuk keluarga driver, dan masih banyak lagi.

“Ini dapat mengurangi biaya operasi mereka sehari-hari,” terangnya.

Kedua, lanjut Ridzki, adalah mempermudah benefit cashless payment bagi para driver. Jadi, mereka nanti bisa ‘mencairkan’ uang nontunai yang didapat.

“Kami bekerjasama dengan Bank Mandiri menghadirkan program eCash untuk driver. Di aplikasi ini para driver nanti ada wallet eCash mandiri. Kapan pun dan di mana pun, mereka bisa cairkan dana nontunai yang mereka dapat di Bank Mandiri mana saja tanpa harus punya rekening Mandiri,” tutup Ridzki.

(Jek/Isk)

Artikel Selanjutnya
Top 3: Waspadai Hacker yang Curi Data via WiFi Router Paling Hits
Artikel Selanjutnya
Pemerintah India: Google Maps Tidak Bisa Dipercaya