Sukses

Elon Musk Jadi Idola Para Bos Startup

Liputan6.com, California - Nama Elon Musk cukup berpengaruh di dunia teknologi. Bagaimana tidak, pria kelahiran 28 Juni 1971 silam tersebut dikenal ambisius dengan ide-ide gilanya; salah satunya adalah rencana ingin memboyong umat manusia ke Mars.

Meski begitu, sosok Musk yang flamboyan, visioner dan pintar ternyata diidolakan banyak pendiri startup (perusahaan rintisan) yang bergerak di bidang teknologi.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Business Insider, Selasa (6/12/2016) sebuah data yang dimuat Statista menunjukkan, bos Tesla dan SpaceX ini memiliki sentimen positif di mata para pendiri startup.

Data tersebut merupakan hasil survei lembaga First Round Capital terhadap lebih dari 700 pendiri startup di Amerika Serikat. Selain Musk, nama-nama pendiri raksasa teknologi lain pun bertengger, mulai dari Jeff Bezos (Amazon), Mark Zuckerberg (Facebook) hingga Steve Jobs (Apple).

Musk mendapatkan porsi sentimen positif paling besar, yaitu 23 persen. Sementara Bezos hanya mendapatkan 10 persen, menyusul Zuck--sapaan akrab Zuckerberg--dengan 6 persen, dan Jobs yang hanya mendapatkan lima persen.

Meski banyak pendiri startup yang mengidolakan Musk, tak sedikit pula yang menganggap Musk 'gila'. Beberapa pernyataannya bahkan dinilai tidak masuk akal dan bikin geleng-geleng kepala. Salah satu ide Musk yang dinilai kontroversial baru-baru ini adalah rencananya ingin membawa manusia ke Mars pada 2025.

Musk menuturkan, pergi ke Mars adalah sebuah hal krusial. Tak hanya itu, cara ini menurut perspektifnya akan membantu manusia menjadi spesies multiplanet. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pilihan pergi ke Mars adalah sebuah keputusan mendasar dan hal ini perlu dilakukan manusia untuk membuat sebuah peradaban.

Selain itu, Musk juga berencana ingin mengebom nuklir Mars. Di balik kegilaan idenya tersebut, ia hanya ingin membuat planet merah tersebut layak huni. Kira-kira, apalagi ide gila yang akan dicetuskan Musk di masa depan?

(Jek/Why)

Artikel Selanjutnya
Elon Musk: Kecerdasan Buatan Lebih Mengancam daripada Korea Utara
Artikel Selanjutnya
Garap Kacamata Pintar, BlackBerry Gaet Vuzix