Sukses

Germania, Gim Kolaborasi Indonesia-Jerman Siap Rilis Maret 2017

Liputan6.com, Bandung - Germania, gim edukasi kolaborasi Indonesia-Jerman yang dielaborasi Pemerintah Jerman melalui Goethe-Institut akan dirilis di seluruh dunia di Play Store dan Apps Store pada Maret 2017 mendatang. 

Garibaldy Wibowo Mukti, CEO Nightspade, Bandung (perwakilan pengembang gim dari Indonesia) mengatakan, pengembangan permainan digital tersebut sejak pertengahan tahun lalu hingga sekarang berjalan relatif lancar.

"Sudah ada empat kota di Jerman yang tersedia dengan enam minigame di Germania. Setiap konten di dalamnya sudah dilisensi, bahkan termasuk konten tulisan dan foto. Sejauh ini, respons pengguna positif. Kami juga dapatkan banyak saran untuk minigame selanjutnya," katanya kepada Tekno Liputan6.com dalam perkenalan prototipe Germania di Goethe-Institut Bandung, Jalan Riau, Selasa (14/12/2016) sore.

"Germania memasukkan informasi-informasi unik terkait budaya dan tempat unik di Jerman. Pemerintah Jerman ingin memperkenalkan negaranya melalui media lebih populer, mengenalkan Jerman kepada masyarakat Indonesia dengan cara menarik,” tambahnya.

Teddy Pandu, Project Manager Germania sekaligus COO Nightspade menambahkan, gim tersebut tidak hanya mengenalkan Jerman dengan gambar dan grafis gim menarik. Namun juga memasukkan berbagai teknologi seperti foto 360 derajat serta akselerometer untuk variasi di dalam permainan.

Presentasi Prototipe Gim Germania di Goethe-Institut Bandung Jl Riau, Selasa (13/12/2016). Liputan6.com/M Sufyan Abdurrahman

Selain Germania, kerja sama yang dinaungi Goethe-Institut Indonesien, Kementerian Luar Negeri Jerman, Stiftung Digitale Spielkultur, dan Asosiasi Game Indonesia itu juga menghasilkan gim bertajuk Super Animal Exchange.

Jika Indonesia diwakili Nightspade, perwakilan pengembang gim Jerman antara lain diwakili Moritz Lehr dari Kunst-stoff Studio dan Linda Kruse dari The Good Evil GmbH. Sebelum prototipe kemarin, keduanya sudah melakukan workshop pada 1-5 Agustus 2016 lalu di Bandung.

Presentasi Prototipe Gim Germania di Goethe-Institut Bandung Jl Riau, Selasa (13/12/2016). Liputan6.com/M Sufyan Abdurrahman

Gary mengatakan, prototipe gim tersebut kian menajamkan tujuan awal pembuatan gim yakni memperkenalkan Jerman melalui eksplorasi berbagai tempat dan destinasi kota melalui gim digital. Kedua gim menitikberatkan upaya mencari tahu dan memperoleh informasi yang mendalam tentang Jerman dengan cara lebih menyenangkan dibandingkan sekadar memelajari ensiklopedia.

"Pengembangan menjadi efektif karena game developer Jerman banyak memberikan ide konten, sementara kita menyeleksi dan mengeksekusinya. Bagi kami, ini pintu masuk untuk makin berkiprah di kancah global, agar makin banyak pasar internasionalnya ke depan," sambungnya.

Menurut dia, pihaknya memperoleh honor memadai dalam kolaborasi tersebut, namun nominalnya tak bisa disebutkan. Yang lebih penting dari itu, kata alumnus ITB tersebut, adalah pola kerja relatif baru dalam pengembangan gim.

"Dalam proyek ini, kami belajar tentang cara menentukan desain gim, bahkan sampai ada voting sehingga melibatkan lebih banyak orang. Dari sisi lainnya, misal etos kerja dan kreativitas, pengembang gim Indonesia dan Jerman sudah relatif sama, " pungkasnya.

(Msu/Why)

Artikel Selanjutnya
Tesla Bakal Punya Layanan Streaming Musik Sendiri?
Artikel Selanjutnya
Bos dan Ratusan Karyawan Didepak, Bagaimana Nasib Alfacart?