Sukses

Fujitsu Terkesan Setengah Hati Garap Pasar Konsumer

Liputan6.com, Jakarta - Jelang akhir 2016, Fujitsu selaku perusahaan teknologi terbesar di Jepang dan kelima di dunia membuat kejutan dengan masuk ke pasar notebook konsumer di Indonesia.

Cukup menarik bagaimana Fujitsu yang dikenal dengan jajaran produk enterprise dan komersial, masuk kembali ke pasar konsumer yang telah 7 tahun ditinggalkan.

Lantas apa alasan Fujitsu kembali menggarap pasar konsumer?

"Sebenarnya ini bukan pertama kali kita merilis jajaran seri notebook untuk kalangan konsumer. Beberapa tahun lalu Fujitsu pernah meluncurkan notebook konsumer, tapi karena faktor kesiapan kita tak fokuskan produk tersebut," ujar President Director Fujitsu Indonesia Achmad Sofwan saat ditemui Tekno Liputan6.com, Rabu (14/12/2016).

Kembali mencoba peruntungan di pasar konsumer, Fujitsu resmi memboyong U536 ke Indonesia. "Fujitsu Lifebook U536 merupakan produk notebook konsumer pertama setelah sekian lama tak meluncurkan notebook konsumer. Kita akan tes pasar dulu dengan produk ini," kata Achmad.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Country Head Infrastructure Services & Solutions Fujitsu Indonesia Ewin Tan perihal kiprah Fujitsu kembali ke pasar konsumer. Ia menyebutkan ini merupakan salah satu strategi Fujitsu untuk meningkatkan brand awareness di masyarakat.

Sayang, dengan meluncurkan satu produk notebook konsumer dan respons 'tes pasar', Fujitsu terkesan masih 'setengah hati' menggarap pasar notebook konsumer.

Lebih lanjut, Ewin mengungkap ini bukan seri pertama dan terakhir yang Fujitsu perkenalkan di segmen notebook konsumer. "Kita tunggu saja kejutan dari Fujitsu," pungkasnya.

Guna mendistribusikan produk notebook terbarunya di Indonesia, Fujitsu resmi mengumumkan PT Synnex Metrodata Indonesia sebagai distributor resminya. Lewat kolaborasi ini, Fujitsu berharap dapat memperkenalkan lini Lifebook lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Ewin Tan,  Country Head of Managed Infrastructure Services Fujitsu Indonesia. (Liputan6.com/ Yuslianson)

"Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan notebook Fujitsu dengan mengoptimalkan jaringan distribusi yang kami miliki tersebar di beberapa kota besar di Indonesia," kata Ronaldy Suhendra, Direktur PT. Synnex Metrodata Indonesia (SMI).

Saat ini SMI memiliki tujuh pusat distribusi di kota-kota besar di Indonesia, meliputi Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Medan, dan Makassar.

(Ysl/Why)

Artikel Selanjutnya
Tidak Ditempati, Orang Surabaya Beli Properti untuk Gaya Hidup
Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Smartphone Tiongkok Menggurita, Vendor Lokal Terjepit?