Sukses

Ekstensi Chrome Ini Bisa Verifikasi Kebenaran Cuitan Donald Trump

Liputan6.com, Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Tak jarang, cuitan-cuitannya di Twitter memancing emosi netizen. Sayangnya, pernyataan Trump seringkali diragukan kebenarannya.

Melihat hal ini, media The Washington Post membuat fitur untuk memverifikasi cuitan Trump agar melihat apa yang ia katakan itu benar atau tidak. Mereka menciptakan ekstensi Chrome khusus bagi pengguna Twitter yang ingin menggunakan fitur tersebut.

Sebagai catatan, fitur ini hanya bisa digunakan di browser Google Chrome. Untuk meng-instalnya juga cukup mudah. Pengguna hanya perlu mengunduh ekstensi Chrome tersebut di tautan ini.



Sebagaimana dilansir Ubergizmo, Selasa (20/12/2016), The Washington Post mengatakan bahwa mereka ingin menciptakan sebuah tools khusus yang dapat mengecek seberapa akurat konten dari cuitan Trump.

“Kami memang masih dalam tahap awal, tetapi tujuan kami adalah untuk menyediakan konteks tambahan untuk bisa mengecek kebenaran dari pernyataan Trump," tulis The Washington Post.

Tim pengembang ekstensi Chrome tersebut mengungkap, mereka masih dalam tahap pengecekan cuitan-cuitan Donald Trump yang lama, saat ia belum terpilih menjadi presiden.

"Rencananya, semua cuitan Trump akan kami verifikasi. Ini dilakukan agar penyebaran informasi yang tidak benar dapat terkontrol," tambahnya.

Sekadar informasi, Trump terpilih menjadi presiden AS pada November 2016 lalu. Taipan properti itu berhasil mengalahkan pesaingnya, Hillary Clinton, dalam pemilu presiden 2016. Ia pun mengekspresikan kemenangannya lewat Twitter sesaat setelah terpilih.

Dalam cuitan pertamanya di Twitter setelah terpilih menjadi presiden, ia mengatakan bahwa kemenangannya adalah sesuatu yang penting dan masyarakat AS akan bersatu lebih erat dari yang sebelumnya.

"Ini malam yang indah dan penting! Pria dan wanita yang terlupakan tidak akan pernah terlupakan lagi. Kita akan bersama lebih erat lagi dari yang sebelumnya," tulis Trump di akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

(Jek/Cas)