Sukses

5 Aplikasi yang Tutup Usia di 2016

Liputan6.com, Jakarta - Inovasi yang terjadi di dunia teknologi tak dimungkiri dipengaruhi oleh teknologi sebelumnya. Karena itu, kehadiran layanan atau teknologi baru bukan tak mungkin menggusur layanan yang lebih lawas. 

Kondisi berbeda juga terjadi pada tahun ini. Sejumlah perusahaan memilih untuk menutup aplikasi besutannya di 2016 karena beragam alasan, seperti layanan yang kurang menarik atau tak mampu bersaing dengan layanan lain.

Lantas, aplikasi apa saja yang resmi mengakhiri layanannya pada tahun ini? Berikut adalah daftar aplikasi yang sudah dihimpun tim Tekno Liputan6.com dari laman CNN Money, Senin (2/1/2017).

1. Picasa

Sebelum Google memiliki Photos, pengguna Android terlebih dulu mengenal Picasa. Aplikasi ini sudah dibeli Google sejak 2004, tapi nyatanya kurang mendapat perhatian dari raksasa mesin pencari tersebut.

Karenanya, pada awal tahun ini, Google mengumumkan penutupan Picasa. Alasan penutupan itu tak lain karena sudah ada aplikasi lain dengan fitur serupa dan kemampuan lebih baik, yakni Google Photos.

Kendati demikian, Google tetap membantu pengguna yang memiliki foto dan video di Picasa agar mulai berpindah ke Google Photos. Sementara pengguna yang tak ingin berpindah diminta membuat tempat tersendiri untuk menyimpan data-data tersebut.

1 dari 3 halaman

Microsoft Sunrise

2. Microsoft Sunrise

Aplkasi yang diakuisisi oleh Microsoft pada tahun lalu itu akan pensiun mulai 31 Agustus 2016 (Foto: Ist)

Cerita serupa juga dialami oleh aplikasi Sunrise yang diakuisisi Microsoft. Pada April 2016, perusahaan yang berbasis di Redmond itu resmi mengumumkan penutupan aplikasi kalender Sunrise.

Sebagai gantinya, tim engineering Sunrise akan mengerjakan kalender mobile Outlook untuk perangkat iOS dan Android. Kendati fokus sudah berubah, tim Sunrise memastikan tujuan mereka tak berubah.

Merekat tetap membuat aplikasi yang membantu pengguna mengatur kegiatan sehari-hari dengan lebih mudah dan menyenangkan. Aplikasi ini sendiri telah resmi menghentikan layanannya sejak 31 Agustus 2016.

3. Facebook Paper

Aplikasi Facebook Paper yang rilis pada 2014 sempat menuai tanggapan positif dari sejumlah pihak. Aplikasi ini disebut-sebut menjadi cara baru membaca berita secara online ditambah kemampuan berbagi artikel.

Namun seiring berjalannya waktu, aplikasi ini tak berhasil menarik lebih banyak pengguna. Bahkan, aplikasi ini tak pernah menyambangi platform Android karena pengunduh di iOS tak kunjung bertambah.

Akhirnya, Facebook resmi menutup aplikasi ini pada 29 Juli 2016. Sepeninggal Paper, Facebook sendiri kini memiliki fitur Instant Article yang membantu pengguna untuk membaca berita secara lebih cepat langsung di dalam aplikasi.

2 dari 3 halaman

Meerkat

4. Meerkat

Meerkat (Foto: via Mashable)

Aplikasi live video streaming kini memang tengah digandrungi. Namun tahukah kamu bahwa sebelum Facebook Live dan Periscope dari Twitter, ada aplikasi bernama Meerkat yang lebih dulu menawarkan layanan serupa.

Hanya dengan kompetisi yang terbilang kian sengit--baik Facebook dan Twitter telah memiliki basis pengguna besar--dedengkot aplikasi live streaming ini memilih menutup layanannya.

Kepastian ini diungkap langsung oleh Co-Founder Life On Air (perusahaan di balik Meerkat) pada Oktober 2016. Masalah lain dari layanan ini adalah jumlah pengguna yang melakukan siaran secara reguler terus menurun.

5. Vine

Menjelang akhir tahun, keputusan Twitter untuk menutup Vine memang cukup menyita perhatian publik. Oktober 2016, situs microblogging itu mengumumkan penutupan Vine.

Rumor itu segera disambut sejumlah perusahaan yang berminat untuk tetap menghidupkan layanan tersebut. Salah satunya adalah Line yang disebut telah mengajukan penawaran resmi.

Namun kabar itu nyatanya tak benar. Vine sendiri kini tak sepenuhnya ditutup. Aplikasi itu akan berubah nama menjadi Vine Camera. Kendati tak lagi menjadi aplikasi jejaring sosial, kemampuan merekam video berdurasi pendek tetap dipertahankan.

(Dam/Ysl)