Sukses

Dana Mulai Menipis, Soundcloud Darurat Akuisisi

Liputan6.com, Stockholm - Situs music streaming SoundCloud dilaporkan dalam kondisi ‘darurat akuisisi’. Perusahaan yang berbasis di Stockholm tersebut kini dikabarkan mulai kehabisan dana.

Bahkan, dana mereka diprediksi akan ludes sebelum 2017 berakhir jika tidak melakukan langkah strategis dengan memilih untuk diakuisisi.

Menurut informasi yang dimuat di laman The Verge, Selasa (10/1/2017), Soundcloud sebetulnya bisa mendulang untung dari aplikasi mobile-nya yang bernama SoundCloud Go.

Sayangnya, peluncuran SoundCloud Go terjadi setelah SoundCloud menghabiskan dana sebanyak US$ 52 juta (setara dengan Rp 694 miliar).

Pendapatan SoundCloud Go juga tidak menunjukkan performa yang signifikan. Padahal, SoundCloud Go hadir sebagai pesaing telak aplikasi music streaming lain seperti Spotify, Pandora dan Apple Music.

Para analis menilai, Soundcloud tak akan bisa meraih target dana yang diharapkan pada akhir 2017. Membidik investor baru pun tak akan menjadi solusi alternatif, karena pilihan terbaik yang harus diputuskan Soundcloud saat ini hanyalah diakuisisi.

Bicara soal akuisisi, Soundcloud sebetulnya sudah memasuki proses akuisisi pada September 2016 lalu. Saat itu, Soundcloud akan diakuisi Spotify. Namun, rencana kedua belah pihak kandas di tengah jalan karena Spotify lebih memilih untuk menyiapkan IPO (Initial Public Offering) di 2017.

Meski gagal, rencana akuisisi Soundcloud berpindah tangan ke Google. Sebagaimana dilansir MusicBusiness Worldwide, raksasa pencarian tersebut sudah membidik Soundcloud dengan nilai US$ 500 juta (Rp 6,6 triliun). Namun nilai ini dianggap Soundcloud masih terlalu rendah.

Soundcloud memang mengakui bahwa mereka tidak mengalami kenaikan nilai valuasi, sehingga beberapa investor khawatir dengan pertumbuhan perusahaan. Salah satu perusahaan yang juga berinvestasi di SoundCloud adalah Twitter.

Soundcloud sendiri sebetulnya merupakan salah satu platform penyedia layanan music streaming terbesar. Jumlah pengguna hariannya ada di kisaran 175 juta. Bahkan, platform ini diklaim bisa mencetak musisi-musisi indie baru yang pada akhirnya diincar label-label musik kenamaan.

(Jek/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Caplok Startup Pembesut AI, Spotify Bakal Makin Pintar
Artikel Selanjutnya
Demi Raup Untung, Spotify Batasi Sejumlah Album