Sukses

Laptop Prototipe Hilang, Razer Tawarkan Rp 333 Juta untuk Penemu

Liputan6.com, Jakarta Berita tentang perusahaan teknologi Razer yang kehilangan dua perangkat prototipe di booth mereka di ajang CES 2017 jadi perhatian banyak orang.

Razer pun terus berusaha untuk mendapatkan kembali perangkat prototipe yang hingga kini tak diketahui keberadaannya. Dalam sebuah pernyataan baru-baru ini, perusahaan Amerika Serikat itu membuat sebuah sayembara.

Siapapun yang berhasil memberikan informasi yang mengarah pada dua produk prototipe tersebut, Razer bakal memberikan uang tunai senilai US$ 25.000 atau setara Rp 333,3 juta rupiah.

"Kami menawarkan uang tunai Us$ 25.000 bagi orang yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada identifikasi dan penangkapan tersangka," demikian pernyataan Razer sebagaimana dilansir Ubergizmo, Selasa (10/1/2017).

Mereka yang berhak menerima hadiah yang tunai ini ditentukan oleh pihak Razer. Bahkan, perusahaan bermarkas di Carlsbad, California, AS ini juga berhak menentukan berapa nilai uang yang akan diberikan kepada pemberi informasi. Tentunya besar hadiah ditentukan oleh bernilai atau tidaknya informasi yang diberikan.

Bilamana jumlah pemberi informasi lebih dari satu, hadiah akan dibagi berdasarkan persentase yang ditentukan oleh pihak Razer.

Sejauh ini, belum ada indikasi mengenai siapa yang mencuri prototipe tersebut. Namun, dalam pernyataannya, CEO Razer Ming Liang Tan berkata bahwa tak tertutup kemungkinan motivasi pencurian berkaitan dengan spionase industri.

Sebelumnya, salah satu prototipe gaming laptop milik Razer dicuri di ruang pers sekitar pukul 4 sore pada Minggu 8 Januari 2017.

Perusahaan memang tidak menyebutkan prototipe mana yang dicuri. Meski begitu, Razer diketahui mengumumkan kehadiran dua produk prototipe, yakni Project Ariana dan Project Valerie. Sehingga dipastikan salah satunya atau keduanya hilang.

(Tin/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Bos Penjual Ponsel Termurah Dunia Rp 49 Ribu Ditangkap
Artikel Selanjutnya
Ketahuan Awasi Pengguna, Produsen Smart TV Ini Didenda US$ 2 Juta