Sukses

Jumlah Transaksi Harian Bukalapak Capai Rp 50 Miliar di 2016

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah transaksi harian Bukalapak telah mencapai angka yang fantastis. Tercatat, e-Commerce yang pada hari ini, Selasa (9/1/2017) berusia tujuh tahun itu telah mengantongi jumlah transaksi harian sebanyak Rp 50 miliar di 2016.

Seperti disampaikan Achmad Zaky, CEO Bukalapak, jumlah transaksi yang berlangsung bahkan bisa 'membengkak' pada momen-momen tertentu, sebut saja saat Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional).

"Transaksi harian kami di 2016 itu sudah mencapai Rp 50 miliar, kalau di Harbolnas sendiri bisa tembus Rp 300 miliar," kata Zaky ketika ditemui Tekno Liputan6.com usai membuka acara ulang tahun ketujuh Bukalapak di Balai Kartini, Jakarta.

Zaky pun mengenang kisah kala Bukalapak didirikan pada tujuh tahun lalu. Saat itu, Bukalapak masih merupakan startup kecil. Kantornya saja masih berlokasi di rumah toko (ruko).

"Soal pencapain kami ini tentu tidak lepas dari kisah masa-masa awal membangun Bukalapak dulu. Kami bahkan nginep dan kerja di ruko kecil setiap hari. Kami waktu itu punya mimpi kalau Bukalapak itu harus jadi sesuatu yang besar, yang bermanfaat bagi masyarakat," ia menuturkan.

Selain itu, pria berkacamata itu juga memaparkan soal pertumbuhan Bukalapak yang ternyata lebih besar pada 2016 jika dibandingkan dengan 2015.

Kunjungan per pageview Bukalapak di 2016 meningkat hingga angka 13,4 miliar. Peningkatan tersebut diklaim naik 16 kali lipat dibandingkan dengan 2015. Begitu pun dengan transaksi harian yang jumlahnya kian menanjak.

"Nilai transaksi per hari waktu 2014 itu mencapai Rp 500 juta, setelahnya di 2015 tumbuh hingga Rp 7 miliar, dan tahun 2016 menyentuh Rp 50 miliar," ungkap Zaky.

Achmad Zaky, CEO Bukalapak ketika ditemui Tekno Liputan6.com di Jakarta. (Liputan6.com/ Jeko Iqbal Reza)

Menyoal pendapatan bersih, Zaky mengumbar, Bukalapak pertumbuhannya tujuh kali lipat di 2016 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kita berharap tren pertumbuhan ini juga akan terjadi pada 2017 dan tahun berikutnya," ia melanjutkan.

Zaky pun mengaku, pertumbuhan yang agresif ini disebabkan oleh keberadaan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang juga bergabung bersama Bukalapak. Mereka dinilai memiliki visi yang sama dengan tujuan Bukalapak dalam memajukan produk kreatif buatan pelaku UKM,.

"Jumlah pelaku UKM yang gabung di Bukalapak itu 100 ribu di 2014, terus tumbuh di tahun 2015 jadi 400 ribu pelaku, lalu di tahun 2016 para pelapak ini mencapai 1,3 juta," kata Zaky.

Tak hanya para pelapak yang jumlahnya sudah menyentuh angka satu jutaan, Bukalapak juga mengantongi jumlah karyawan terus meningkat, pada 2015 hanya sekitar 200, sedangkan di tahun 2016 total karyawannya ada di kisaran 500 orang.

(Jek/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Nilai Bisnis Fintech Indonesia Diestimasi Capai Rp 1 Kuadriliun
Artikel Selanjutnya
Bisnis Ritel di Genggaman Pakuwon Jati