Sukses

Bikin Koneksi 4G Lebih Stabil, Smartfren Uji Coba Teknologi Ini

Liputan6.com, Tangerang - Salah satu langkah operator Smartfren memberikan koneksi layanan telekomunikasi yang lebih stabil kepada pelanggannya adalah dengan menguji coba teknologi Massive Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) Base Station dan Multi-Antenna Space Division Multiple Access (SDMA).

Teknologi ini dapat mengoptimalkan jaringan 4G LTE Advanced, sekaligus sebagai persiapan infrastruktur untuk menyambut era 5G. Dalam uji coba ini, Smartfren menggandeng perusahaan teknologi ZTE.

Chief Technical Officer Smartfren, Christian Daigneault mengungkap teknologi Massive MIMO dinilai ideal dengan teknologi yang dipilih Smartfren untuk 4G LTE, yakni Time Division Duplex (TDD) di pita 2.300 MHz dan Frequency Division Duplex (FDD) di frekuensi 850 MHz.

"Uji coba teknologi ini memiliki dua tujuan, yaitu mengoptimalkan jaringan 4G LTE dan persiapan infrastruktur menyambut datangnya 5G. Selain itu, teknologi ini sesuai dengan teknologi TDD yang kami pakai untuk 4G," ujarnya kepada awak media di kantor Smartfren BSD, Tangerang Selatan, Senin (16/1/2017).

Massive MIMO Base Station dan SDMA dinilai mampu meningkatkan efisiensi spektrum nirkabel, memperluas cakupan jaringan dan kapasitas sistem, serta memaksimalkan penggunaan lokasi serta spektrum.

Analogi sederhananya diibaratkan jalan raya. Jika sebelumnya ada dua jalur, kehadiran teknologi ini akan menambah jumlah jalur menjadi delapan jalur. Apabila dibandingkan teknologi 4x4 MIMO, Massive MIMO jauh lebih efektif mengoptimalkan jaringan.

Massive MIMO menggunakan antena yang sangat besar sehingga dapat digunakan untuk menangkap sinyal dengan cepat dan jumlah yang banyak. Teknologi ini juga dapat menghasilkan kecepatan troughput lebih besar.

Adapun, Massive MIMO terdiri dari 64 antena, jadi lebih besar kemungkinan koneksi diterima langsung oleh antena masing-masing perangkat. Teknologi ini bisa digunakan oleh smartphone yang saat ini ada di pasaran.

Smartfren dan ZTE menggelar uji coba teknologi Massive MIMO Base Stations dan Multo-Antenna Space Division Multiple Access (SDMA) di kantor Smartfren di BSD City, Tangerang Selatan. (Liputan6.com/Andina Librianty)

"Kami mengurangi interferensi dengan teknologi ini, sehingga koneksinya menjadi lebih stabil," tambah Daigneault.

Lebih lanjut, Account Director ZTE Indonesia, Andy Xiong, menambahkan teknologi Pre 5G Massive MIMO memberikan kemajuan secara siginifikan terhadap jaringan 4G, sehingga para operator bisa menyediakan pengalaman 5G di perangkat 4G dalam jangka pendek.

"Solusi ini juga dapat membantu para operator untuk meringankan biaya konstruksi jaringan, mengimplementasikan penyebaran jaringan dengan lebih cepat, dan meningkatkan efektivitas biaya," ungkap Andy.

(Din/Cas)

Artikel Selanjutnya
CEO XL: Kami Siap Adopsi Teknologi 5G pada 2020
Artikel Selanjutnya
5G Mulai Uji Coba, Kapan Implementasinya?