Sukses

Peralatan Ibu dan Anak di Toko Online Lebih Dilirik Kalangan Pria

Liputan6.com, Jakarta - Kategori peralatan ibu dan anak ternyata lebih dilirik kalangan pria di toko online. Dalam hal ini, JD.ID termasuk salah satunya. Diungkap, kebanyakan konsumen yang membeli kategori tersebut berasal dari kaum adam.

Temuan unik itu diungkap oleh Teddy Arifianto, Head of Corporate Communications and Public Affairs JD.ID. Ia mengatakan, kategori peralatan ini memang lebih banyak dibeli kalangan pria, meski pada kenyataannya 'daftar belanja' yang mereka beli ditentukan oleh para istri.

"Iya, meski kategori mom and baby itu biasanya buat konsumen ibu-ibu, kenyataannya banyak juga dari kalangan bapak-bapak," umbar Teddy kepada Tekno Liputan6.com seusai acara pengumuman kemitraan JD.ID dan Maxim di Veranda Hotel, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Namun sayang, ia tidak memaparkan berapa banyak persentase konsumen pria dan wanita yang membeli produk di kategori ibu dan anak.

Sekadar informasi, peralatan ibu dan anak adalah kategori paling populer di JD.ID, sedangkan posisi kedua menyusul kategori gadget, kecantikan dan kesehatan, household dan home appliance.

"JD.ID itu jadi referensi ibu-ibu yang mau melahirkan maupun yang sudah punya anak. Makanya, volume penjualan mom and baby tinggi karena promosi kita yang tematik. Kami tak sekadar jualan, tapi juga menciptakan engagement dari katalog yang ditawarkan," jelasnya.

Menurut Teddy, volume penjualan kategori peralatan ibu dan anak selalu naik berkat momen-momen tertentu. Sebut saja Mom Festival, promo yang diadakan di setiap kuartal. 

"Biasanya kalau di Mom Festival itu yang beli produknya di jenis yang jarang dibeli bulanan, seperti kereta bayi. Kalau yang bulanan yang pasti dibeli itu produk susu, popok dan mainan," tandasnya.

Lantas, dengan tingginya kisaran penjualan peralatan ibu dan anak, apakah kategori gadget di JD.ID sudah mulai kehilangan 'pasar'? 

"Tidak bisa bilang seperti itu, kita kan punya lebih dari 11 kategori, masing-masing punya pasar yang beririsan. Anggaplah konsumen kita berkeluarga, jadi contohnya ada ibu pengen beli peralatan ibu dan anak, terus suaminya beli gadget, hal-hal semacam ini sering terjadi," pungkasnya.

(Jek/Cas)