Sukses

Jualo: Pembaruan Aplikasi Harus User Friendly

Liputan6.com, Jakarta - Jualo menilai, perubahan atau pembaruan pada sebuah aplikasi harus user friendly dan disesuaikan dengan kultur serta kebiasaan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi jual beli online.

Belakangan ini ada sejumlah toko online yang melakukan pembaruan aplikasi dan perubahan itu ternyata tidak user friendly. Melihat hal tersebut, Jualo fokus memberikan kebutuhan penjual dan pembeli dengan menghadirkan fitur yang sesuai dengan kebiasaan jual beli online masyarakat Indonesia.

"Jualo hadir sebagai solusi atas keputusasaan yang tengah mendera penjual dan pembeli di toko online lain. Jualo menjadi salah satu situs jual beli yang diminati karena menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keamanan," ujar COO Jualo Pedro Principe melalui keterangan resminya, Sabtu (21/1/2017) di Jakarta.

Pedro bahkan mengklaim, banyak dari para pengguna jasa jual beli online yang frustasi dengan masalah tersebut, berbondong-bondong pindah ke Jualo untuk melakukan aktivitas jual beli online.

“Sepanjang  2016, Jualo mengalami perkembangan pesat dalam pertambahan pengguna. Kami tetap low profile, kenyataannya saat ini kami mendapatkan sambutan luar biasa hangat dari masyarakat," paparnya.

Perkembangan ini, lanjut Pedro, tentu bukan karena perubahan yang terjadi pada kompetitornya, tapi karena kerja keras tim Jualo selama dua tahun terakhir untuk selalu mendengarkan apa yang pengguna butuhkan dengan memegang prinsip dari Indonesia untuk Indonesia.

"Kami memiliki fitur yang mana situs jual beli lain tidak memilikinya, yakni memungkinkan user untuk memilih cara bertransaksi, baik itu secara online maupun offline. Kami punya Jualo Kasbon, Jualo Rekening Bersama, dan fitur yang dekat dengan budaya masyarakat Indonesia yakni tawar menawar atau nego” jelas Pedro.

Jualo merupakan situs jual beli online yang menawarkan kemudahan dalam menjual dan keamanan dalam membeli. Masyarakat menggunakan Jualo untuk melakukan aktivitas perdagangan secara online di berbagai kategori, mulai dari fashion, otomotif, properti hingga gadget dan banyak lagi.

(Isk/Cas)