Sukses

Layanan Email Terenkripsi Lavabit Kembali Aktif

Liputan6.com, Jakarta - Masih ingat Lavabit, layanan email terenkripsi yang pernah digunakan oleh whistleblower Edward Snowden? Layanan email tersebut kembali aktif.

Setelah Snowden mencuri ribuan dokumen sangat rahasia tentang kemampuan memata-matai Amerika Serikat dan melarikan diri pada 2013, para investigator kasus tersebut memburu Lavabit.

Mereka menuntut Ladar Levison selaku pendiri Lavabit memasang peralatan pengawasan di server Lavabit. Hal ini Levison ungkapkan dalam sebuah tulisan di The Guardian pada 2014 lalu.

Di samping itu, mereka juga menuntut Levison menyerahkan kunci enkripsi pribadi yang memungkinkan mereka membaca ratusan ribu pesan pribadi penggunanya. Alih-alih mematuhi perintah pengadilan, Levison memilih untuk menutup Lavabit.

Dikutip dari Business Insider, Rabu (25/1/2017), empat tahun setelah itu Lavabit pun kembali meluncur. Kali ini Lavabit dilengkapi berbagai fitur keamanan untuk melindungi privasi pengguna dari pantauan pemerintah dan bahkan dari Lavabit sendiri.

"Ini adalah langkah pertama dalam perjalanan yang sangat panjang," kata Levison kepada The Intercept dalam sebuah wawancara tentang peluncuran kembali Lavabit. "Apa yang kami harapkan adalah pada akhir tahun ini kami menjadi lebih aman daripada layanan terenkripsi lainnya di pasar."

Kepada The Intercept Snowden mengatakan berencana mengaktifkan kembali akun lamanya. "(Ini) hanya untuk menunjukkan dukungan untuk keberanian (mengaktifkan kembali layanan ini)," kata Snowden.

(Why/Isk)