Sukses

Transformasi Digital Bikin Perusahaan Kian Lincah dan Inovatif

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia solusi open source, Red Hat, memegang peranan kunci dalam membantu perusahaan-perusahaan di seluruh dunia untuk bertransformasi seiring open source menjadi standar yang biasa digunakan untuk inovasi di bidang TI.

Sebagai pengakuan atas peranan penting dalam industri digital, Red Hat kembali masuk ke dalam daftar “Perusahaan-Perusahaan Paling Inovatif di Dunia” versi Forbes awal tahun ini.

Inovasi Red Hat diwujudkan melalui beberapa cara. Beberapa di antaranya mengembangkan portofolio cloud hybrid terbuka dengan inovasi-inovasi penting di bidang container, OpenStack, virtualisasi, pengembangan aplikasi, manajemen cloud, penyimpanan, dan masih banyak lagi.

Bahkan, Red Hat baru-baru ini diakui sebagai 'pemimpin' pada Magic Quadrant 2016 keluaran Gartner untuk Full Life Cycle API Management, serta oleh The Forrester Wave Report untuk Hybrid Cloud Management Solutions and Mobile Infrastructure Services.

Dalam dunia open source, ekosistem memainkan peranan kunci dalam menawarkan pilihan yang lebih luas kepada pelanggan. Red Hat membeberkan telah mengembangkan kolaborasi dengan para pemimpin industri utama, termasuk Ericsson, Google, dan Microsoft tahun ini.

Melihat ke belakang, pada 2016 dan tahun sebelumnya, Red Hat melihat perusahaan-perusahaan di Indonesia bergabung dengan program Pelatihan dan Sertifikasi Red Hat guna membantu tim TI mereka menjadi lebih siap dalam mengatasi skenario-skenario penting di dunia nyata.

"Kami juga memberi penghargaan kepada satu pelanggan lokal, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) sebagai pemenang Red Hat Innovation Awards Asia Pasifik tahun 2016 untuk Indonesia," kata Damien Wong, Vice President and General Manager, ASEAN, Red Hat melalui keterangan resminya, Selasa (24/1/2017).

PT KAI, jelasnya, meraih penghargaan ini atas kiprahnya dalam memulai sebuah perjalanan transformasi TI guna memodernisasi lingkungan TI mereka yang sebelumnya berbasis sistem UNIX dengan hak paten yang mahal (proprietary), menjadi suatu platform open source modern berbasis solusi-solusi Red Hat.

Selain itu, pada 2016, Red Hat juga menyaksikan banyak perusahaan di Indonesia yang terbuka terhadap ide untuk memulai suatu perjalanan transformasi digital dengan menggunakan cara-cara baru untuk mengembangkan, menghadirkan dan mengintegrasikan aplikasi-aplikasi sebagai respon terhadap disrupsi digital yang kita kini lihat di seluruh industri.

Melalui transformasi digital, perusahaan memenuhi harapan pelanggan yang meningkat akan layanan-layanan digital, dan beralih ke solusi-solusi teknologi, termasuk solusi cloud hybrid terbuka, yang dapat membantu mereka meningkatkan kelincahan, fleksibilitas, dan skalabilitas bisnis mereka.

IDC memprediksi bahwa transformasi digital di Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) dapat mencapai skala ekonomi makro dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan, yang mengubah cara perusahaan beroperasi dan membentuk kembali ekonomi global.

Menurut IDC, pada 2020, setengah dari A1000 (1000 enterprise Asia Pasifik) akan melihat mayoritas bisnis mereka tergantung pada kemampuan mereka untuk menciptakan produk, layanan dan pengalaman yang disempurnakan secara digital. Tahun 2017 diperkirakan akan menjadi tahun yang menentukan bagi transformasi digital.

"Kami optimis bahwa di tahun 2017, banyak perusahaan akan melakukan perubahan agar dapat lebih bersaing dalam ekonomi digital. Menyadari bahwa terdapat suatu kebutuhan untuk bertransformasi, kami meyakini banyak CIO akan mengembangkan suatu strategi digital holistik di tahun ini," ujarnya.

Hal ini seharusnya tidak hanya berfokus pada infrastruktur TI, tetapi juga pada perombakan bisnis mereka agar menjadi lebih lincah dan inovatif. Sehubungan dengan hal tersebut, teknologi-teknologi open source menyajikan suatu pendekatan yang ideal dalam hal fleksibilitas, penciptaan ulang proses-proses, inovasi yang lebih cepat melalui kolaborasi ekosistem dan skalabilitas.

Open source pada dasarnya berbicara tentang menjadi bagian dari suatu ekosistem pemimpin, pendukung, pengembang, dan mitra TI yang bekerja sama untuk membangun masa depan TI.

"Kami meyakini bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia akan terus melihat Red Hat sebagai enabler, yang menghadirkan kecepatan, fleksibilitas, dan inovasi yang mereka butuhkan untuk berkembang di era pelanggan saat ini," tutup Damien. 

(Isk/Cas)

Artikel Selanjutnya
Bukan Facebook dan Apple, Ini 5 Perusahaan Teknologi Tercerdas
Artikel Selanjutnya
Jurus Astragraphia Dorong Industri Printing di Indonesia