Sukses

Tri: Kami Optimistis Bisa Dapat Blok 3G di 2.100MHz

Liputan6.com, Jakarta Operator Tri Indonesia mengakui bahwa saat ini pihaknya membutuhkan tambahan spektrum demi meningkatkan kapasitas layanan selulernya. Jika dibandingkan dengan operator lain, lisensi spektrum yang dimiliki Tri memang paling kecil.

Tri hanya memiliki lisensi di spektrum 2.100Mhz selebar 10MHz untuk layanan 3G dan 1.800MHz untuk layanan 2G dan 4G masing-masing 5MHz. Jumlah tersebut dinilai tak cukup untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanannya. 

Untuk itu, Tri berharap pemerintah dapat adil memberikan sisa blok spektrum di 2.100MHz yang akan ditender dalam waktu dekat. Saat ini, masih ada sisa dua blok kosong di 2.100MHz, masing-masing selebar 5MHz.

"Kami optimistis bisa menang (tender). Saya rasa pemerintah cukup sadar bahwa Tri juga membutuhkan tambahan frekuensi," ungkap Vice President Director Hutchison Tri Indonesia, M Danny Buldansyah, ditemui usai "Isi Pulsa Enjoy" di Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Danny juga meyakini bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga dasar blok spektrum yang dilelang karena hal itu secara tidak langsung akan berdampak terhadap harga industri (tarif ritel).

Di sisi lain, ia juga tak menampik pihaknya berminat untuk mendapatkan tambahan frekuensi 2.300MHz yang juga masih tersisa 30MHz. "Kami maunya di 2.100MHz kan masih tersisa dua blok. Tetapi kalau bisa (dapat) di 2.300MHz, ya tidak masalah," tambahnya.

Menurutnya, apabila Tri tidak memenangkan tender 2.100MHz, perusahaan akan mempertimbangkan untuk menjalin kerja sama dengan operator kecil untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanannya.

Saat ini, jaringan Tri telah menjangkau 86 persen penduduk Indonesia di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Batam, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, dengan dukungan 40.000 BTS. Total pelanggannya tercatat sebanyak 56,8 juta pengguna.

(Cas/Isk)