Sukses

Nintendo Ungkap Harga Layanan Berbayar Switch

Liputan6.com, Jakarta - Seperti yang diungkap pada Nintendo Switch Presentation yang digelar di Tokyo, 13 Januari 2017, perusahaan mengonfirmasi akan mengikuti langkah Sony dan Microsoft meluncurkan layanan online berbayar di Nintendo Switch.

Sayang, saat itu Nintendo enggan ungkap lebih detail tentang layanan online berbayar mereka selain menampilkan fitur voice chat. Kini, beberapa informasi seperti harga layanan online berbayar di Nintendo Switch pun terungkap.

Seperti yang dikutip dari laman Polygon, Jumat (3/2/2017), layanan berbayar di Nintendo Switch akan dikenakan seharga 2.000-3.000 Yen atau setara dengan Rp 236 ribu-Rp 355 ribu per tahun.

Switch akan menjadi konsol pertama Nintendo yang mengenakan biaya ke pemain untuk bermain online. Sebelumnya baik Wii atau Wii U tidak membutuhkan layanan berlangganan untuk fitur multiplayer.

Jika harga tersebut benar apa adanya, layanan berbayar Nintendo Switch akan lebih murah ketimbang layanan berbayar milik Sony dan Microsoft. Microsoft sendiri lewat layanan Xbox Live Gold-nya mematok harga sebesar Rp 640 ribu per tahun, dan PlayStation Plus sebesar Rp 350 ribu.

Perbedaan harga Xbox Live dan PS Plus dengan Nintendo Switch terbilang cukup wajar, mengingat hingga saat ini Nintendo menawarkan fitur yang cukup terbatas.
Saat berlangganan layanan Nintendo Switch, pemain akan mendapatkan satu gim NES atau Super NES gratis tiap bulannya.

Beda dengan PlayStation Plus dan Xbox Live Gold dimana pemain bisa menyimpan gim gratis yang muncul tiap bulannya, gim Nintendo hanya gratis di satu bulan tersebut. Bulan berikutnya bila pemain ingin main gim tersebut harus membayar.

Tak hanya itu, Nintendo pun memindahkan beberapa fitur yang biasanya muncul di layanan gim online seperti voice chat, lobi, dan elemen sosial lainnya ke aplikasi mobile. Seluruh fitur yang disebutkan tidak akan bisa diakses langsung via konsol.

(Ysl/Cas)

Artikel Selanjutnya
Telkomsel Hadirkan Platform Iklan untuk Segmen UKM
Artikel Selanjutnya
Nintendo 'Bunuh' Layanan Media Sosial Miiverse