Sukses

XL Central Region Fokus ke Layanan 4G dan 4,5G

Liputan6.com, Bandung - Tahun ini XL menganggarkan lebih dari 80 persen belanja modal (capital expenditure/capex) untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan memperluas cakupan jaringan 4G dan 4,5G.

Vice President XL Central Region, Rd. Sofia Purbayanti, mengatakan, perluasan layanan 4G LTE akan dilakukan di wilayah-wilayah yang memiliki kebutuhan data tinggi di Indonesia. Sementara untuk daerah yang belum terjangkau layanan data, XL akan melakukan perluasan cakupan dengan memanfaatkan layanan 3G melalui frekuensi 900 MHz.

"Peningkatan kualitas jaringan akan dilakukan XL melalui peningkatan alokasi jaringan hingga 3 kali lipat serta ekspansi untuk meningkatkan jangkauan," kata Sofia, dalam jumpa pers di Bandung, Senin (6/2/2017).

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan layanan data yang makin tinggi. Ia mengatakan, per akhir 2016, total traffic jaringan dari seluruh layanan meningkat 162 persen menjadi sekitar 500 Petabytes.

"Hingga akhir 2016 lalu, lebih dari 350 kota/kabupaten telah terjangkau layanan 3G XL, dan hampir 100 kota/area terlayani 4G LTE," tuturnya.

Jadi, sebanyak 91 persen populasi Indonesia telah terlayani 3G XL. Jaringan 4G LTE telah menjangkau 53 persen populasi dan 2G menjangkau 93 persen populasi. Untuk Jabar, layanan 4G sudah bisa diakses di 12 kabupaten/kota. "Pelanggan 4G di wilayah Central yang meliputi Jabar, Yogyakarta, dan Jateng berjumlah 1,3 juta dari total 19 juta," ujar Sofia.

Sementara itu, XL sudah melakukan trial layanan 4,5G di Bandung. Layanan tersebut bisa diakses di enam titik, yaitu Simpang Karapitan, Cimahi Kota, Tani Mulya Bandung, Kerta Mulya Bandung, Cimahi, dan Pusdikom Cibeureum Cimahi.

"Implementasi layanan 4,5G ini akan terus berkembang seiring dengan kesiapan ekosistem. Saat ini 4,5G baru bisa diakses menggunakan ponsel high end dan jumlahnya juga masih terbatas," tuturnya.

XL telah mengimplementasikan jaringan LTE 4,5G ready sejak pertengahan 2016. XL menggunkaan teknologi 4x4 MlMO dengan menggandakan jumlah cabang antena BTS dari 2x2 menjadi 4x4.

Teknologi tersebut telah telah diimplentasikan di Jabotabek, Bandung, kota-kota di Jawa Tengah, DIY, Surabaya, dan Denpasar. Layanan 4,5G lebih unggul dari kecepatan data, kekuatan penetrasi sinyal, dan kestabilan akses data.

BTS 4,5G ready milik XL, menurut Sofia, juga sudah mendukung teknologi high modulation 256 QAM yang akan menaikkan kecepatan layanan data 30 persen di atas jaringan 4G. BTS 4G LTE XL juga sudah siap untuk implementasi penggabungan frekuensi LTE 1800 MHz dengan LTE 2100 MHz (Carrier Aggregation).

"Penggabungan ini akan mulai kami implementasikan bila teknologi netral di 2100 MHz sudah diberikan izin oleh pemerintah untuk memberikan kapasitas lebih lebar pada layanan data yang dari tahun ke tahun meningkat secara tajam," kata Sofia.

(Msu/Why)