Sukses

Kicauan Donald Trump Tak Mampu Dongkrak Popularitas Twitter

Liputan6.com, Jakarta Aktivitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Twitter ternyata tak berhasil membantu pertumbuhan layanan tersebut. Dalam laporan finansial kuartal IV (Q4) 2016, pendapatan Twitter naik 1 persen year-over-year menjadi US$ 717 juta, di bawah US$ 740 yang menjadi ekspektasi analis.

Donald Trump terbilang aktif di Twitter. Ia berhasil menjadi berita utama hampir setiap hari dengan serangkaian kicauannya di layanan microblogging itu. Seharusnya aktivitas Trump sebagai seorang presiden bisa memikat netizen menjadi pengguna baru, sehingga pada akhirnya dapat menarik minat pengiklan.

Namun kehadiran Donald Trump masih tidak mampu mendongkrak pertumbuhan Twitter. Berdasarkan laporan finansialnya, pendapatan iklan Twitter pada Q4 2016 berjumlah US$ 638. Angka itu turun dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Pendapatan iklan mobile sebesar 89 persen dari total pendapatan iklan, sedangkan total pendapatan pada Q4 2016 sebesar US$ 717 juta. Sementara total pendapatan Twitter sepanjang 2016 mencapai US$ 2,5 miliar, naik 14 persen year-over-year.

Pada periode yang sama, rata-rata pengguna aktif bulanan Twitter sebanyak 319 juta, naik 4 persen year-over-year. Sementara rata-rata pengguna aktif harian tumbuh 11 persen.

"Trump sangat mencolok dan saya pikir sering kali orang-orang melihat sesuatu yang dikicaukan dia di berita media. Mereka melihatnya (kicauan Trump) di sana, jadi tidak perlu lagi melihatnya di Twitter," jelas analis eMarketer, Debra Aho Williamson, seperti dilansir dari Cnet, Jumat (10/2/2017).

Di sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) Twitter, Jack Dorsey, pada Kamis 9 Februari 2017, memastikan bahwa perusahaan terus berusaha membuat layanannya menjadi lebih mudah digunakan.

Meski ada anggapan tidak ada perubahan di layanan itu sepanjang tahun lalu, kata Dorsey, banyak perubahan kecil ditambahkan. Ia menegaskan segala perubahan yang diberikan adalah untuk membuat pertumbuhan layanan itu terus berlanjut.

"Memang akan memakan waktu untuk menunjukkan hasil yang ingin kita semua lihat. Kami akan terus bergerak agresif. Ini memang akan sulit dan akan terus seperti itu, tapi ini semua layak dilakukan," ungkap Dorsey.

(Din/Why)

Artikel Selanjutnya
Tanggapan Bos OnePlus Soal Kritik Kamera OnePlus 5
Artikel Selanjutnya
Barack Obama Dinilai Pantas Jadi CEO Uber