Sukses

Top 3: Smartphone Pertama Xiaomi yang Penuhi TKDN Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta - Artikel tentang smartphone pertama Xiaomi yang penuhi TKDN dan siap meluncur di Indonesia paling dicari para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com.

Berita lainnya datang dari harga Vivo V5 Plus yang tampil dengan kamera selfie ganda, dan hacker yang menyerang 40 negera di dunia dengan serangan malware misterius.

1. Redmi 4A, Smartphone Pertama Xiaomi yang Penuhi TKDN

Kabar baik bagi penggemar Xiaomi (Mi Fans) di Indonesia. Setelah dinanti-nanti selama dua tahun, perusahaan Tiongkok itu memboyong smartphone 4G pertamanya yang memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), yakni Xiaomi Redmi 4A.

Redmi 4A diproduksi oleh PT SatNusa Persada di Batam, Kepulauan Riau. Ponsel 4G pertama Xiaomi di Indonesia ini dijual seharga Rp 1.499.000 dan didistribusikan oleh mitra Xiaomi, PT Erajaya Swasembada Tbk (Erajaya).

Senior Vice President Xiaomi, Wang Xiang dalam acara bertajuk "KaMi Buatan Indonesia" yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (10/2/2017) mengatakan, Xiaomi berusaha untuk melakukan inovasi bagi semua orang agar bisa merasakan produk terkini namun dengan harga terjangkau.

Baca selengkapnya di sini

2. Meluncur dengan Kamera Selfie Ganda, Ini Harga Vivo V5 Plus

Vivo akhirnya secara resmi memperkenalkan smartphone terbarunya, Vivo V5 Plus untuk pasar Indonesia. Vivo mengklaim V5 Plus merupakan smartphone pertama di dunia yang memiliki kamera selfie ganda.

Menurut Product Manager Vivo Mobile Indonesia Kenny Chandra, kehadiran V5 Plus merupakan inovasi Vivo untuk meningkatkan pengalaman selfie ke tahap selanjutnya. Kehadiran dua kamera depan tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan hasil foto dengan efek bokeh.

"Salah satu cara Vivo meningkatkan kemampuan foto selfie adalah dengan menghadirkan dua kamera depan. Kehadiran dua kamera tersebut juga didukung dengan mode bokeh," tuturnya saat peluncuran Vivo V5 Plus di Jakarta, (10/2/2017).

Baca selengkapnya di sini

3. Hacker Retas 40 Negara dengan Serangan Misterius, Indonesia?

Kaspersky Lab menemukan serangkaian serangan dengan target 'tak kelihatan' yang hanya menggunakan perangkat lunak sah. Software ini merupakan alat pengujian-penetrasi dan administrasi yang banyak tersedia serta kerangka PowerShell sebagai otomatisasi pada Windows.

Bahayanya, serangan tersebut tidak menginfeksi file malware ke hard drive, namun menyembunyikannya dalam memori. Kombinasi dari dua pendekatan ini mampu menghindari deteksi oleh teknologi yang aksesnya diizinkan oleh sistem komputer (whitelisting), sehingga menyebabkan hampir tidak adanya sampel malware yang cukup bagi penyelidik forensik untuk melakukan penyelidikan.

Dalam waktu yang cukup lama, hacker mengumpulkan informasi sebelum jejak mereka dihapus dari sistem pada reboot pertama.

Baca selengkapnya di sini

(Ysl/Isk)

Artikel Selanjutnya
Hampir 6 Ribu Penduduk Indonesia Daftar Jadi Warga Luar Angkasa
Artikel Selanjutnya
Dirombak Ulang, Begini Tampilan Ponsel Lawas Nokia 'Daun'