Sukses

Jadi 'Penyakit' di Steam, Valve Tutup Sistem Steam Greenlight

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pengguna PC pasti sudah tidak asing lagi dengan platform gim buatan Gabe Newell yang bernama Steam.

Hadir selama 13 tahun lamanya, Steam menjadi salah satu 'toko' digital dimana gamer PC dapat membeli beragam judul gim secara digital.

Dalam perjalanannya lebih dari satu dekade tersebut, Steam pun mengalami beberapa kali perubahan hingga seperti saat ini.

Kini, platform ternama di PC tersebut harus mengalami transformasi yang cukup besar dengan 'mempensiunkan' sistem Steam Greenlilght. Demikian yang dikutip dari laman Gamerant, Minggu (12/2/2017).

Sekadar informasi, Steam Greenlight merupakan sebuah sistem urun dana dimana pembuat gim indie dapat mendaftarkan gim buatannya untuk mendapatkan kesempatan didanai oleh Valve.

Walau jadi solusi bagi pengembang gim yang kekurangan dana dalam pembuatan gim, sistem ini nyatanya memiliki masalah yang 'kronis'. Bahkan, Gabe Newell sendiri sempat menyebut sistem ini sebagai contoh buruk dari proses pemilihan umum.

Biasanya, banyak pengembang atau studio gim mengiming-imingi pengguna Steam dengan berbagai hadiah di dalam gim agar dapat masuk ke Steam Greenlight lebih cepat.

Menggantikan Steam Greenlight, Valve memperkenalkan Steam Direct. Dengan sistem yang baru ini, studio dan pengembang gim diharuskan untuk melengkapi serangkaian dokumen digital--proses yang mirip saat kamu membuka akun di bank.

Setelahnya, mereka harus membayar biaya tertentu agar dapat memasukkan gim buatannya ke Steam tanpa harus menunggu jumlah suara yang cukup dari pengguna Steam.

Sayang, hingga saat ini Steam masih belum memberikan informasi lebih detail berapa biaya yang harus dibayarkan oleh pengembang gim. Rencananya, Steam Direct baru akan diluncurkan oleh Valve pada pertengahan tahun 2017.

(Ysl/Why)

Artikel Selanjutnya
Oli Mobil Asli Jerman Masuk Indonesia, Apa Kelebihannya?
Artikel Selanjutnya
Mazda Buka Peluang Hidupkan Lagi Mesin Rotary?