Sukses

Bahas Hoax, Menkominfo Bakal Bertemu Perwakilan Facebook Global

Liputan6.com, Jakarta - Hoax alias kabar yang belum diketahui kebenarannya belakangan ini merajalela di media sosial. Bahkan, gara-gara hoax pula, masyarakat jadi gaduh.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pun bertindak sangat serius untuk mengatasi peredaran berita palsu di Indonesia. 

Upaya ini salah satunya dilakukan dengan melibatkan perwakilan dari media sosial raksasa Facebook. Sebelumnya, dikabarkan bahwa perwakilan Facebook bakal datang ke Indonesia untuk berkoordinasi untuk mengatasi hoax pada akhir Januari 2017.

Karena satu dan lain hal, komunikasi antara pihak Facebook dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dilakukan melalui video conference.

Rudiantara pun menyebut, saat video conference dilakukan dirinya harus bertugas ke Ambon untuk mengikuti perayaan Hari Pers Nasional.

"Waktu itu (video conference) sama Pak Sammy (Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan), karena saya harus ke Ambon. Nanti minggu depan perwakilan Facebook datang, bertemu dengan saya," kata Rudiantara saat ditemui di JW Marriot Jakarta, Jumat (10/2/2017) lalu.

Rudiantara tak menyebutkan tanggal kedatangan perwakilan Facebook ke Jakarta, namun menurutnya pertemuan bakal dilakukan antara sebelum atau sesudah Pilkada. Pilkada sendiri rencananya dilaksanakan serentak pada 15 Februari 2017.

Pria yang karib disapa Chief itu juga mengatakan, dari video conference dengan perwakilan Facebook, pemerintah Indonesia mengingatkan kepada Facebook untuk memberi perhatian dalam memberantas peredaran hoax di jejaring sosial mereka. Sebab, menurutnya Indonesia adalah salah satu pasar terbesar bagi Facebook. 

"Prancis saja yang pasarnya lebih kecil dari Indonesia bekerja sama dengan Facebook dan Google untuk mengatasi hoax selama Pilpres. Jadi, mereka juga harus perhatian kepada kita," ujar Rudiantara menegaskan.

(Tin/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Hasil Pertemuan Kemkominfo dan Twitter
Artikel Selanjutnya
Menkominfo Temui Perwakilan Twitter Bahas Hoax