Sukses

Bos Apple Sebut Masyarakat Perlu Edukasi Mengenai Hoax

Liputan6.com, Jakarta - Bos [Apple] (2854287 "") Tim Cook menyarankan pemerintah untuk meluncurkan kampanye informasi publik. Tujuannya tak laina adalah untuk melawan hoax alias berita palsu. Menurutnya, peredaran hoax adalah pembunuh pikiran manusia.

Cook mengungkapkan, hoax merupakan masalah besar bagi banyak negara. Untuk itu, perlu tindakan keras baik dari pemerintah maupun perusahaan teknologi.

Dalam sebuah wawancara dengan The Daily Telegraph yang Tekno Liputan6.com kutip Senin (13/2/2017), Cook menyerukan kampanye untuk mendidik masyarakat tentang ancaman yang ditimbulkan hoax secara online.

Ia mengungkap, pada masa Pilpres di Amerika Serikat, berita palsu di media sosial banyak digunakan sebagai cara untuk mempromosikan agenda tertentu.

"Edukasi mengenai ancaman yang ditimbulkan oleh hoax harus dimulai di sekolah-sekolah dan masyarakat. Harus ada kampanye masif mengenai dampak berita palsu," kata Cook.

Tak hanya itu, ia mengatakan dibutuhkan sebuah kampanye layanan masyarakat yang bersifat modern untuk menangani dampak hoax. "Hal ini bisa dilakukan dengan cepat, asal ada kemauan," tutur Cook.

Menurut CEO Apple itu, kemunculan berita palsu didorong oleh perusahaan-perusahaan tak bermoral. Tujuannya adalah menarik pembaca online, tanpa memikirkan dampak yang mungkin terjadi.

"Kita harus bisa melewati periode ini, sebab saat ini mereka (penyebar hoax) melakukan berbagai hal untuk mendapatkan 'klik', bukannya menyebarkan hal-hal yang benar. Ini berpotensi membunuh pikiran orang lain," kata Cook.

Perusahaan teknologi pun dikritik lantaran tak melakukan apa-apa. "Kita, perusahaan teknologi harus membuat alat untuk membantu menekan volume hoax," katanya.

Bukan hanya itu, Cook juga berujar, "kita harus menekan hoax tanpa membatasi kebebasan bicara dan kebebasan pers. Namun, kita juga harus membantu pembaca. Sebab, banyak dari kita hanya mengeluhkan tanpa tahu apa yang harus dilakukan guna membasmi hoax."

Ia menyebut, tindakan keras ini berusaha menghadirkan jurnalisme yang berkualitas dan mengusir 'clickbait'. "Dengan demikian, hasilnya adalah berita-berita yang benar, handal, tidak sensasional, dan mendalam," ujar Cook.

Lebih lanjut, ia berharap dengan upaya dari perusahaan teknologi, kemunculan hoax diharapkan hanya bersifat jangka pendek sebab, tak ada yang menginginkan adanya berita palsu.

Ia optimistis, anak-anak akan lebih mudah diedukasi. "Setidaknya sebelum mencapai usia tertentu, mereka akan lebih mendengarkan dan memahami. Kemudian, mereka akan mendorong orangtua untuk bertindak. Sebab, anak-anak sangat kritis dan sering bertanya mengapa," kata Cook.

(Tin/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Top 3: Waspadai Hacker yang Curi Data via WiFi Router Paling Hits
Artikel Selanjutnya
Pemerintah India: Google Maps Tidak Bisa Dipercaya