Sukses

Kompetitor Bertebaran, KlikDokter Optimistis Tak Akan Tersingkir

Liputan6.com, Jakarta - Layanan healthcare (perawatan kesehatan) digital, KlikDokter.com (KlikDokter) optimis tak akan tergerus dengan semakin banyaknya layanan serupa. Perusahaan rintisan (startup) ini pun memiliki serangkaian strategi untuk memastikan hal tersebut.

Diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) KlikDokter, Andreas Setiawan Santoso, KlikDokter akan terus mengembangkan dan meluncurkan berbagai fitur baru. Selain menjadi salah satu strategi, ini merupakan upaya KlikDokter agar layanannya tak mudah ditiru pihak lain.

"Kami adalah pionir dan menjadi tolak ukur (dalam layanan healthcare digital), karena layanan yang kami miliki mulai diikuti pemain lain. Kami ingin layanan kami tidak mudah ditiru," jelas Andreas saat ditemui di SCTV Tower, Jumat (3/3/2017).

Selain itu, katanya, KlikDokter akan terus mengembangkan salah satu fitur unggulannya yaitu telemedik, yang saat ini mencakup live chat dan e-consultation dengan dokter umum dan spesialis. Saat ini sudah ada 30 tim dokter di bawah naungan KlikDokter.

Andreas berharap dengan perkembangan telemedik, konsumen di Indonesia menjadi lebih mudah berinteraksi dengan dokter. Semua konten yang ada di KlikDokter, termasuk artikelnya ditulis langsung oleh dokter, serta juga ada referensi dari jurnal terkait.

"Kami akan terus melihat apa yang dibutuhkan konsumen dan mengedepankan fakta-fakta (soal kesehatan). Kami ingin konsumen di Indonesia menjadi lebih mudah berinteraksi dengan dokter," tutur Andreas.

Andreas pun kian optimis dengan masa depan KlikDokter, jika merujuk pada rekam jejak perusahaan sejak meluncur pada 2008. Secara trafik, saat ini sudah ada lima juta pengguna unik dan pageview mencapai 18 jutaan per bulan.

Selain website, KlikDokter juga bisa diakses melalui aplikasi mobile, sehingga mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap informasi kesehatan melalui perangkat mobile mereka. Aplikasi KlikDokter telah meluncur sejak 2014, kemudian "meluncur kembali" dengan konsep dan tampilan baru beberapa bulan lalu.

"Layanan perawatan kesehatan akan mengalami pertumbuhan dalam ruang mobile, sehingga orang-orang bisa lebih mudah memantau kesehatan melalui aplikasi. Saat ini sudah banyak aplikasi perawatan kesehatan yang bisa kita temui," ungkap Andreas.

(Din/Isk)

Artikel Selanjutnya
Pengguna Gear S3 Bisa Akses Spotify Secara Offline
Artikel Selanjutnya
Pemerintah India: Google Maps Tidak Bisa Dipercaya