Sukses

Kenalkan, Ini Sosok Pendiri Sekolah Startup Pertama di Indonesia

Liputan6.com, Tangerang - Mimpi untuk mendirikan universitas di Indonesia menjadi alasan utama Purwa Hartono (53) kembali dari Amerika Serikat (AS). Padahal di negeri Paman Sam itu, ia telah mendirikan konsultan software dan hardware yang sudah dilirik banyak perusahaan ternama di sana.

Purwa sendiri merupakan pendiri Purwadhika Computer Design School, sebuah lembaga pendidikan IT dan startup pertama di Indonesia. Dapat dikatakan, sekolah ini menjadi pionir sekolah kursus IT pertama di Tanah Air.

Sejak SMA, Purwa memiliki impian untuk mendirikan universitas ternama di Indonesia, terutama di bidang komputer dan IT. Usai lulus SMA di 1982, ia memberanikan diri mengambil jurusan Computer Science di Northrop University, hingga menyelesaikan pendidikan Magister Computer Engineering di University of Southern, California, AS.

"Saya mempelajari komputer mulai dari software hingga hardware-nya sehingga begitu kembali ke Indonesia, saya punya ilmu untuk mewujudkan keinginan saya itu," kata Purwa, saat ditemui Tekno Liputan6.com di kawasan BSD, Tangerang, Jumat (17/2/2017).

Sembari kuliah pun, ia disibukkan dengan pekerjaannya sebagai konsultan IT, di mana saat itu kliennya berasal dari perusahaan ternama. Saat lulus S2 pun, Purwa ditawari untuk menduduki kursi pimpinan sebuah perusahaan di AS.

Namun, keinginan untuk pulang ke Indonesia justru lebih kuat dibandingkan tawaran berkarir di negeri adidaya itu. Pada 1987 Purwa kembali dan langsung mendirikan lembaga pendidikan Purwadhika, sekolah kursus pertama di Indonesia yang bergerak di bidang IT.

Ia pun membagi ilmu yang didapatkan sewaktu bersekolah di AS ke anak didiknya. Termasuk perkembangan software dan hardware di sana. "Kursus ini saya tingkatkan menjadi disiplin ilmu setara dengan S2. Jadi saya poles lulusan universitas IT ternama di Indonesi agar lebih melek pada software dan hardware," tuturnya.

Kisah keberhasilan Purwa mendirikan lembaga pendidikan IT pertama di Indonesia pun terdengar sampai ke telinga B J Habibie. Ia kemudian diajak bergabung ke organisasi ahli teknologi Indonesia atau DIPATI, di mana Habibie menjadi pionir untuk mengumpulkan SDM Indonesia yang melek teknologi pada saat itu.

Habibie yang saat itu masih menjabat sebagai Menristek, membuat pameran teknologi pertama di Indonesia. "Saat itu hanya saya peserta yang berasal dari pihak swasta. Selebihnya pameran ini diikuti oleh BUMN dan berbagai universitas negeri," katanya.

Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Purwa yang memimpin anak didiknya memamerkan berbagai karya tercanggih saat itu. Sebut saja seperti touch map atau peta sentuh Indonesia yang akan menampilkan identitas daerah begitu disentuh.

"Tahun 1991 itu, kami sudah ciptakan touch map. Karena booth kami dikunjungi Presiden Soeharto, kami juga buatkan sensor peternakan telur, beliau hobi di bidang peternakan dan itu membuatnya tertarik," ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Sekolah Pertama Pencetak Startup

Pencapaian teknologi yang dipertontonkan dalam pameran tersebut ternyata menjadi penyemangat untuk menghasilkan karya teknologi baru hasil karya anak bangsa. Hingga kini sudah berdiri selama 30 tahun, Purwadhika Computer Design School melahirkan berbagai macam karya.

Dalam perjalanannya, Purwa menjadikan Purwadhika sebagai sekolah ITpreneur sekaligus pencetak ahli startup pertama yang tak hanya di Indonesia, melainkan dunia. "Ini pertama kalinya di dunia, saya menggabungkan ilmu software dan hardware dalam satu sekolah," ujar Purwa.

Kini sekolah yang didirikan berkat kerja kerasnya tersebut memiliki 500 siswa per tahun. Purwa bahkan tak segan membuka beasiswa di setiap pembukaan pendaftaran. 

"Banyak anak-anak hebat Indonesia yang berekonomi pas-pasan tapi kemampuan atau skill-nya luar biasa. Saya tak segan beri beasiswa anak-anak seperti itu," kata pria yang masih aktif mengajar di lembaga pendidikannya itu.

Anak-anak didiknya kini juga sudah melanglang buana ke berbagai negara dan menempati posisi strategis IT di perusahaan ternama. Bahkan ada pula yang ia rekrut untuk menjadi tenaga pengajar.

Bekerjasama dengan Sinarmas Land, per 16 Maret mendatang, lembaga pendidikannya akan dipindahkan dari Serpong ke kawasan Green Office Park (GOP) 9 BSD, Tangerang. Kini, Purwa pun masih mengurus perizinan agar angannya menjadikan Purwadhika sebagai Perguruan Tinggi segera terwujud.

"Masih urus perizinannya, doakan semoga disegerakan," tutupnya.

(Pramita Tristiawati/Cas)

Artikel Selanjutnya
Hampir 6 Ribu Penduduk Indonesia Daftar Jadi Warga Luar Angkasa
Artikel Selanjutnya
Dirombak Ulang, Begini Tampilan Ponsel Lawas Nokia 'Daun'