Sukses

Kontribusi Produk Asing di Industri e-Commerce Mendominasi

Liputan6.com, Jakarta - Industri e-Commerce di Indonesia saat ini berkembang makin pesat. Bahkan, industri ini digadang-gadang mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Namun patut disayangkan, produk-produk lokal di industri e-Commerce untuk saat ini masih belum mampu bersaing dengan produk luar dalam hal kontribusi.

Pada 2015 lalu, menurut paparan Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, nilai transaksi di industri e-Commerce mencapai sekitar Rp 200 triliun. Kontribusi produk lokal dari nilai tersebut baru di kisaran lima persen saja.

"Kajian untuk tahun 2016 belum rampung, tapi kalau melihat data tahun 2015, kontribusi produk lokal baru 5 persen, masih sangat sedikit," ujar pria yang akrab disapa Semy tersebut saat ditemui usai menjadi pembicara diskusi panel di ajang Local Startup Fest, di The Space Senayan City, Jakarta, hari ini (24/2/2017).

Ia berharap produk lokal di industri e-Commerce minimal mampu meraih kontribusi lima puluh persen, atau lebih besar dari itu. Oleh sebab itu, pemerintah menggelar dan memprioritaskan program pembinaan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Tidak hanya platform yang disiapkan, produknya juga. Kita sebenarnya punya banyak produk, tapi apa produk-produk itu layak dijual online? Contohnya produk makanan, bagaimana keamanannya dan juga kemasannya untuk bisa tetap baik saat proses pengiriman. Makanya pembinaan pelaku UKM akan terus ditingkatkan," jelas Semy.

(Why/Isk)

Artikel Selanjutnya
Bekraf: Pengembangan Industri Kreatif Perlu Jaringan Internet
Artikel Selanjutnya
Kemenperin Perluas Akses Teknologi Informasi bagi Industri Kecil