Sukses

Rompi Antiradiasi untuk Astronot Masuk Tahap Uji Coba

Liputan6.com, Jakarta - Rompi yang didesain untuk melindungi astronot dari partikel matahari yang berbahaya di ruang angkasa, siap memasuki tahap uji coba. Hal itu diungkapkan oleh perusahaan bernama StemRad yang merupakan pengembang rompi pelindung ini, beberapa waktu lalu.

Menurut laporan Reuters, rompi bernama AstroRad Radiation Shield ini awalnya dikembangkan untuk melindungi pekerja dari radiasi gamma di wilayah yang mengalami kebocoran nuklir, seperti Chernobyl dan Fukushima. Rompi ini dapat melindungi jaringan vital manusia, termasuk sel induknya.

Dikutip dari Venture Beat, Selasa (7/3/2017), rompi ini dibuat dari beberapa lapisan seperti peta berkontur dan akan dijahit untuk masing-masing astronot. Material pelindung nonmetal akan diletakkan untuk melindungi organ masing-masing pengguna.

StemRad pun mengatakan rompi ini sudah lolos uji laboratorium dan juga simulasi. Namun, belum pernah digunakan pada misi sesungguhnya. Karena itu, rompi ini akan ikut diterbangkan bersama misi pesawat ruang angkasa Orion, proyek gabungan antara Lockheed Martin, NASA, dan European Space Agency.

Proyek Orion sebenarnya merupakan misi tanpa awak ke bulan yang juga menjadi debut sistem roket terbaru NASA. Melalui peluncuran yang akan dilakukan pada akhir 2018, SteamRad berencana ikut melakukan uji coba kemampuan rompi pelindungnya.

Perusahaan berbasis di Tel-Aviv, Israel itu mengatakan, dalam uji coba ini mereka akan memanfaatkan dua boneka sebagai bahan perbandingan. Boneka pertama yang dibekali kemampuan memantau penyerapan radiasi, akan ditutupi rompi pelindung.

Sementara, boneka lain akan diterbangkan tanpa perlindungan. Nantinya, kedua boneka itu akan dianalisis begitu kembali mendarat di Bumi. Uji coba ini kabarnya turut menjadi pertimbangan untuk kelanjutan misi penerbangan manusia ke ruang angkasa.

Kendati uji coba baru dilaksanakan pada akhir tahun depan, CEO StemRad Oren Milstein optimistis uji coba ini akan berhasil. Karenanya, maket untuk rompi tersebut sudah selesai dibuat. Rencananya, tahap pertama produksi rompi ini mulai dilakukan akhir tahun 2017.

Sebagai informasi, Orion merupakan Multi-Purpose Crew Vehicle atau pesawat ruang angkasa berawak yang digunakan untuk menjelajah bagian ruang angkasa lebih jauh. Untuk itu, pengembangan pesawat itu masih terus dilakukan. Setelah misi tanpa awak berakhir, Orion akan disiapkan untuk misi dengan membawa astronot pada awal 2021.

(Dam/Why)

Artikel Selanjutnya
Korsel: Korut Persiapkan Lebih Banyak Uji Coba Rudal
Artikel Selanjutnya
Respons Bom Hidrogen Korut, Korsel Ancam Serang Kim Jong-un