Sukses

Grab Buka Fasilitas R&D di Vietnam dan India

Liputan6.com, Jakarta - Grab membuka fasilitas penelitian dan pengembangan (R&D) di Bangalore, India dan Ho Chi Minh City, Vietnam. Selain di dua negara tersebut, Grab sudah memiliki fasilitas serupa di Singapura, Tiongkok (Beijing), Amerika Serikat (Seattle), dan Indonesia (Jakarta) yang belum lama ini diumumkan.

Meski membuka fasilitas di India, Grab mengatakan tidak akan melakukan ekspansi ke sana. Langkah ini merupakan upaya untuk mencari talenta baru bersaing dengan Uber di Asia Tenggara.

Asia Tenggara merupakan wilayah di mana terdapat lebih dari 600 juta konsumen on-demand ride. Menurut laporan, potensi nilai konsumen tersebut diperkirakan akan tumbuh dari US$ 2,5 miliar pada 2015 menjadi US$ 13,1 miliar pada 2025.

"Dua lokasi baru ini tengah mengalami pertumbuhan dalam hal talenta-talenta lokal," kata co-founder Grab Hooi Ling Tan, dalam sebuah wawancara, yang dikutip dari Tech Crunch, Kamis (16/3/2017). "Ada banyak kesamaan antara India dan Asia Tenggara, terutama di sektor pembayaran."

Tan mengatakan Grab tengah mencari sekitar 200 staf di Bangalore, yang akan difokuskan pada pengembangan layanan pembayaran, selama dua tahun ke depan. Dua kantor lainnya akan difokuskan pada inovasi lebih lokal. Di Jakarta, Grab akan mempekerjakan 150 orang, sedangkan di Vietnam 25 orang.

Grab, menurut Tan, saat ini memiliki 2.000 staf, tetapi ia berencana menambah sekitar 800 staf untuk enam fasilitas tersebut. Saat ini ada sekitar 20 staf pengembang di Seattle, 40-50 staf pengembang di Beijing, dan sisanya sebagian besar berbasis di Singapura.

Untuk diketahui, Grab bukanlah startup Asia Tenggara pertama yang mencari talenta ke India. Go-Jek, saingan terbesar Grab di Indonesia, bahkan mengakuisisi startup India di sektor teknologi.

(Why/Isk)