Sukses

Bangun Pusat Riset Baru, Apple Investasi Rp 6,7 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Apple akan membangun dua pusat Riset dan Pengebangan (R&D) baru di Tiongkok, yang terletak di Shanghai dan Suzhou.

Pembangunan dua pusat riset ini dilaporkan memakan biaya sebesar US$ 508 juta atau setara Rp 6,7 Triliun (asumsi kurs Rp 13.340 per US$ 1).

Sebelum Shanghai dan Suzhou, Apple pernah mengumumkan pembangunan pusat riset di Beijing dan Shenzhen. Dengan demikian, perusahaan asal Negeri Paman Sam itu akan memiliki empat pusat riset di Tiongkok. Demikian seperti dilansir MacRumors, Minggu (19/3/2017).

Apple berharap pusat riset ini akan membantu perusahaan menarik banyak lulusan dari perguruan tinggi Tiongkok, seperti Peking University, Tsinghua University, dan Shanghai Jiaotong University. Perusahaan juga bekerja sama dengan sejumlah sekolah untuk menawarkan program magang.

Apple mengumumkan pembangunan pusat riset baru di website Apple Tiongkok. Serangkaian upaya pemasaran dan pembangunan pusat R&D di Tiongkok, merupakan bentuk usaha Apple menguatkan posisinya di salah satu pasar smartphone terbesar di dunia tersebut.

Upaya Apple untuk memperkuat bisnisnya di Negeri Tirai Bambu dimulai pada September 2016, dengan membangun pusat R&D pertama di Zhongguancun Science Park, Beijing, atau kerap disebut sebagai "Silicon Valley-nya Tiongkok". Pusat R&D lain di Shenzhen diumumkan satu bulan setelahnya.

Apple diprediksi akan menyelesaikan pembangunan semua pusat R&D di Beijing, Shenzhen, Shanghai, dan Suzhou pada akhir tahun ini. 

(Din/Isk)

Artikel Selanjutnya
Cara Tangkal Serangan Ransomware Ganas Mirip WannaCry
Artikel Selanjutnya
Galaxy Stellar 2, Smartphone Sejutaan Terbaru dari Samsung?