Sukses

Kembali PHK Ratusan Karyawan, Nasib GoPro di Ujung Tanduk?

Liputan6.com, California - GoPro dilaporkan kembali melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) terhadap karyawannya. Kali ini, perusahaan pembesut kamera action tersebut memangkas sekitar 270 karyawan.

Tercatat, pemangkasan itu adalah yang kali ketiga dilakukan GoPro pada tahun ini. Seperti dilansir Business Insider, Minggu (19/3/2017), pada tabel grafik Statista di bawah ini, penjualan GoPro terus terpuruk. Pemasukan perusahaan pada 2016 bahkan merosot ketimbang 2015.

Karena pemasukan berkurang, otomatis GoPro juga harus mengalami kerugian sebesar US$ 420 juta (Rp 5,6 triliun) pada 2016. Karena rugi bandar, akibatnya GoPro mau tak mau harus memotong jumlah karyawannya agar laju finansial perusahaan tetap bergerak stabil.

Sepak terjang bisnis GoPro sendiri bisa dibilang cukup terpuruk selama dua tahun terakhir. Sebelum PHK 270 karyawan dilakukan, GoPro juga melakukan hal yang sama ke lebih dari 200 karyawan full-time. Alhasil, perusahaan harus melakukan restrukturisasi besar-besaran.

Selain itu, Tony Bates yang ditunjuk sebagai Presiden pada Juni 2014, menyatakan akan mengundurkan diri pada akhir 2017. Ia sebelumnya adalah Executive Vice President Microsoft dan Chief Executive Officer (CEO) Skype Technologies SA.

Proses restrukturisasi mengurangi biaya operasional sebesar US$ 650 juta atau sekitar Rp 8,6 triliun dan bisa mencapai tujuan perusahaan untuk mengembalikan keuntungan pada tahun ini. Sementara, restrukturisasi sendiri memakan biaya US$ 33 juta (Rp 439 miliar).

(Jek/Isk)

Artikel Selanjutnya
LeEco akan PHK Besar-Besaran Karyawan di Seluruh Amerika Serikat
Artikel Selanjutnya
Meski Terpuruk, GoPro Tetap Rilis Hero6 Tahun Ini