Sukses

Garap Bisnis Smartwatch, Swatch Bikin OS Sendiri

Liputan6.com, Jakarta - Swatch akan membuat gebrakan baru di pasar smartwatch. Produsen jam tangan asal Swiss ini dilaporkan tengah mengembangkan sistem operasi (OS) sendiri untuk smartwatch-nya.

Seperti dikutip Wareable dari Bloomberg, Selasa (21/3/2017), CEO Swatch Nick Hayek mengungkap bahwa perusahaan akan merilis smartwatch pertamanya dengan OS Swatch pada 2018.

Dalam mengembangkan OS ini, Swatch menggandeng perusahaan teknologi dan riset CSEM. Ia menyebut OS ini dirancang untuk mendukung smartwatch dan perangkat Internet of Things (IoT).

Hayek menjanjikan sedikit pembaruan (update) pada OS, menghadirkan fitur Bluetooth LE, dan meyakini privasi pengguna kuat dengan sistem keamanan bernama "Swiss vault".

"Fokus kami adalah 'think small' sehingga kami dapat mengoptimalkan OS-nya untuk memaksimalka daya tahan baterai," ujar Hayek.

Sebetulnya, Swatch terbilang terlambat masuk ke pasar smartwatch. Pasalnya, smartwatch kini telah didominasi pemain-pemain besar, seperti Apple, Samsung, dan Google. Swatch juga sudah merilis fitur NFC Payment dengan Visa, tetapi kalah saing dengan rivalnya tersebut.

Menariknya, Hayek sudah pernah membicarakan smartwatch sejak 2015, di mana saat itu ia mengkritik Apple Watch yang tak lebih dari sekadar sebuah 'mainan' ketimbang produk yang revolusioner.

Kini Swatch fokus menggarap bisnis smartwatch sebagai salah satu strategi mendongkrak kinerja keuangannya. Diketahui, pendapatan dan keuntungan Swatch tahun lalu merosot masing-masing 11 persen dan 47 persen.

(Cas/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Vivo Tegaskan Diri Sebagai Vendor Smartphone Kamera dan Musik
Artikel Selanjutnya
Nokia 6 Versi Internasional Segera Melenggang