Sukses

Apple Dinilai Keras Kepala soal Harga iPhone

Liputan6.com, Tiongkok - Miliarder Tiongkok, Duan Yongping, menilai Apple terlalu keras kepala mengenai harga iPhone di negara tersebut. Hal inilah yang dinilai sebagai penyebab melemahnya pasar iPhone di Tiongkok.

Dilansir Phone Arena, Selasa (21/3/2017), Duan menyinggung soal harga iPhone 7 tanpa cicilan di Tiongkok sekira US$ 780 atau berkisar Rp 10 jutaan, setara dengan gaji bulanan sejumlah masyarakat Tiongkok.

Bahkan, harga iPhone SE yang paling murah masih dinilai kemahalan yaitu sekira US$ 476 atau berkisar Rp 6 jutaan.

Jalan Apple di Tiongkok sepanjang 2016 tidak terlalu mulus. Perusahaan tak lagi berada dalam daftar tiga manufaktur smartphone top di Tiongkok.

Huawei kini memimpin, sedangkan posisi berikutnya ditempati oleh Oppo, Vivo, dan Xiaomi. Apple menempati posisi kelima. Menurut Duan, bisnis iPhone di Tiongkok akan terganjal jika Apple tetap keras kepala.

"Apple tidak bisa mengalahkan kami di Tiongkok. Mereka mungkin kadang terlalu keras kepala. Mereka membuat banyak hal hebat seperti sistem operasi, tapi kami melampaui mereka di berbagai area lain," kata pendiri Oppo dan Vivo tersebut.

Sebelumnya, Apple dalam laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal 2016 menyebutkan, penjualan di Tiongkok selama tiga bulan terakhir turun 30 persen. Terkait hal ini, Apple dilaporkan melirik India, yang juga termasuk dalam daftar pasar smartphone terbesar di dunia.

Kemudian, Apple dilaporkan akan mulai merakit iPhone di India pada akhir April 2017. Perusahaan telah menunjuk manufaktur asal Tiawan, Wistron Corp, untuk merakit iPhone di negara tersebut.

Ketertarikan Apple terhadap India telah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Chief Executive Officer (CEO) Apple, Tim Cook, pernah menyebut India sebagai "Tempat yang akan menjadi tujuan".

Ia juga telah mengunjungi negara tersebut untuk pertama kalinya pada Mei 2016, dan meminta izin untuk membuka Apple Store di sana.

Apple Store di India dinilai akan menjadi langkah penting menumbuhkan basis pengguna iPhone di negara tersebut.

India menegaskan, Apple seperti merek ritel lain, jika ingin membangun toko maka produk yang dijual harus mengandung 30 persen komponen lokal.

(Din/Isk)