Sukses

Tarkam Apps, Aplikasi Cari Lawan Tanding Main Sepak Bola

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi mobile semakin banyak bermunculan, dengan berbagai target pengguna. Salah satunya adalah Tarkam Apps, aplikasi aktivitas sosial untuk para penggemar olahraga futsal dan sepak bola.

Tarkam Apps merupakan aplikasi berbasis olahraga untuk mempertemukan tim yang sedang mencari lawan sparing dengan tim lain. Tim yang akan tanding ini akan bermain sesuai lokasi terdekat atau yang mereka pilih.

Jika mempunyai jadwal main rutin, pengguna bisa menjadi host dan memasukkan informasi seperti tanggal, jam dan hari untuk melakukan pertandingan. Setelah bertanding, pengguna bisa memperbarui hasil pertandingan dan para pengguna lain juga bisa melihat hasilnya.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Tarkam, Evan Sebastian, mengungkapkan bahwa tujuan utama aplikasi ini untuk menjadi wadah bagi para pemain amatir agar lebih maksimal mengembangkan skill mereka.

Tarkam Apps merupakan aplikasi berbasis olahraga untuk mempertemukan tim yang sedang mencari lawan sparing dengan tim lain (Foto: Tarkam Apps)"Tarkam ini adalah aplikasi aktivitas sosial untuk mengajak orang-orang bermain futsal dan main bola. Kami optimistis Tarkam dapat menarik banyak pengguna, terlebih lagi saat ini industri sepak bola dan futsal, juga sedang bangkit," ungkap Evan kepada tim Tekno Liputan6.com, Kamis (30/3/2017).

Saat ini Tarkam Apps masih dalam tahap beta dan baru tersedia di Google Play Store. Tarkam pun terus mengembangkan aplikasi tersebut dan melengkapinya dengan berbagai fitur baru. Aplikasi ini direncanakan meluncur untuk perangkat iOS pada Mei 2017.

1 dari 2 halaman

Rencana ke depan

Evan menjelaskan, saat ini Tarkam sedang mengembangkan setidaknya enam fitur baru yaitu Player Stat dab Reputation & Review, Single User - Team List, Player/Team List, Arena, Tarkam Point, serta Live Event.

"Dari enam fitur baru yang sedang dikembangkan, dua diantaranya akan meluncur pada bulan depan. Saat fitur baru itu hadir, aplikasi kami sudah lepas dari beta. Jadi lebih optimal," kata Evan.

Sebagai sebuah aplikasi, Tarkam sudah pasti berniat untuk mengembangkan bisnisnya. Karena itu, startup lokal ini akan menjadikan fitur Arena, Tarkam Point dan Live Event, sebagai jalan monetisasi. Namun Evan enggan mengungkapkan waktu peluncuran ketiganya.

Tarkam Apps merupakan aplikasi berbasis olahraga untuk mempertemukan tim yang sedang mencari lawan sparing dengan tim lain (Foto: Tarkam Apps)Untuk bisa menghasilkan uang dari perkembangan Tarkam, setidaknya layanan tersebut sudah memiliki basis pengguna yang kuat. Sejak meluncur dua bulan lalu, Tarkam Apps memiliki sekira 1.800 pengguna dengan 900 diantaranya adalah pengguna aktif.

Tarkam Apps fokus pada tiga kelompok utama pengguna yaitu pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan kisaran umur 13 sampai 17 tahun. Target kedua adalah mahasiswa dengan umur antara 18 dan 22 tahun, kemudian target ketiga adalah pengguna umum berumur 23 tahun ke atas.

Seiring pertumbuhan pengguna, Evan berharap Tarkam Apps bisa menjadi database yang lengkap untuk tim futsal dan sepak bola. Termasuk data mengenai kemampuan masing-masing pemain.

Tarkam Apps merupakan aplikasi berbasis olahraga untuk mempertemukan tim yang sedang mencari lawan sparing dengan tim lain (Foto: Tarkam Apps)"Kami ingin aplikasi ini menjadi database terbesar karena data-datanya yang lengkap, termasuk berisi kemampuan atau skill para pemain. Setelah itu, kami bisa distribusikan data-data tersebut ke profesional atau akademi. Ini juga menjadi cara kami monetisasi, tapi belum dalam waktu dekat," jelas Evan.

Menurut Evan, setidaknya Tarkam Apps membutuhkan lima ribu pengguna untuk bisa monetisasi. "Dulu kami perkirakan bisa punya pengguna sebanyak itu akan memakan waktu setahun. Tapi melihat perkembangannya saat ini, kemungkinan dalam waktu enam bulan sudah bisa (punya sekira 5.000 pengguna)," tutur Evan.

Sejauh ini, sosialisasi mengenai Tarkam Apps hanya melalui mulut ke mulut. Evan berharap jumlahnya akan terus mengalami peningkatan.

Selain berharap aplikasinya terus berkembang, tim Tarkam yang terdiri dari delapan orang, sedang berusaha menarik perhatian investor. Saat ini, startup tersebut masih bergantung pada dana pribadi mereka.

"Soal investasi, kami masih sendiri. Karena itu kami sedang ikut proses pitching untuk mencari investor," ungkap Evan.

(Din/Cas)

 

Artikel Selanjutnya
Fiji Ingin Curi Ilmu dari Timnas Indonesia
Artikel Selanjutnya
Bela Timnas Indonesia, Andik Bicara soal Luis Milla