Sukses

5G Mulai Uji Coba, Kapan Implementasinya?

Liputan6.com, Jakarta - Ericsson baru saja menggelar uji coba teknologi 5G miliknya di Indonesia. Kehadiran teknologi ini disebut-sebut akan mengubah gaya hidup karena menawarkan layanan jauh lebih baik dari pendahulunya.

Lantas, kapan teknologi ini sebenarnya dapat digunakan? Menurut Chief Technology Officer (CTO) Ericsson Asia Pacific Magnus Ewerbring, teknologi 5G sampai saat ini masih dibahas standardisasinya, yang kemungkinan baru akan selesai pada tahun depan.

"Sementara untuk siap diluncurkan secara komersial, kami memerkirakan pada 2020," tutur Magnus saat demo perdana 5G di Jakarta, Senin (3/4/2017). Namun, ia menuturkan adopsi teknologi anyar ini juga tergantung pada kesiapan operator dan wilayah yang akan menggunakannya.

Menyoal kemungkinan layanan 5G hadir di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyerahkan hal tersebut kepada kesiapan operator. Pemerintah dalam hal ini hanya mendukung dari sisi regulasi.

Uji coba 5G digelar perdana oleh Ericsson di Indonesia. Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar

"Kalau memang siap misalnya 2020, dua tahun sebelumnya kita siapkan regulasi untuk mengaturnya. Namun untuk mengimplementasikan 5G, keputusan memang tak hanya dari operator. Keputusannya juga bergantung pada pemilik dan pemegang saham," ujar pria yang akrab dipanggil Chief RA tersebut.

Ia juga menuturkan fungsi layanan 5G ini sebenarnya memang ditujukan untuk keperluan kota besar, terutama untuk manufaktur yang mengoperasikan sistem robotik atau otonomos. Alasannya, 5G membutuhkan frekuensi tinggi yang bisa didukung oleh Base Transceiver Station (BTS) yang berdekatan seperti di kota-kota besar.

Sementara salah satu operator Tanah Air, XL, memerkirakan implementasi 5G di Indonesia masih membutuhkan waktu sekitar lima tahun lagi. CEO XL Dian Siswarini mengatakan kesiapan ekosistem merupakan faktor penting sebelum teknologi itu diterapkan.

"Banyak hal yang dipersiapkan (XL), sebelum 5G diimplementasikan secara komersial. Salah satunya adalah infrastrukur," tuturnya. Ia juga mengatakan penggunaan 5G sampai saat ini memang masih ditujukan untuk keperluan industri, sehingga jaringan yang menyokongnya harus dipastikan kuat.

Sebagai informasi, performa tinggi dari 5G akan membuat Internet of Things menjadi lebih mudah diakses. Akses 5G juga memungkinkan pengguna melakukan kendali jarak jauh dari mesin-mesin berat, sehingga berpengaruh dapat meningkatkan efisiensi biaya perusahaan.

Transmisi data secara real-time melalui 5G juga mendukung pengembangan kendaraan dan transportasi pintar. Selain itu, pemanfaatan teknologi ini memberi kemampuan untuk mengendalikan layanan dan infrastruktur vital.

(Dam/Why)

Artikel Selanjutnya
Djarot: Larangan Motor hingga Senayan Mulai Uji Coba 12 September
Artikel Selanjutnya
Pesawat N219 Buatan Bandung Sukses Uji Terbang Perdana