Sukses

Microsoft Garap Chatbot Khusus untuk Negeri Bollywood

Liputan6.com, New Delhi - Ranah chatbot kini jadi lahan empuk bagi bisnis Microsoft. Setelah sebelumnya merilis Tay, Zo, dan Xiaoice, kini perusahaan teknologi tersebut kembali meluncurkan chatbot khusus untuk India bernama Ruuh.

Dilansir eWeek pada Kamis (6/4/2017), Ruuh adalah chatbot yang bisa digunakan di Facebook Messenger. Microsoft sengaja merancang Ruuh untuk pasar India.

"Ruuh adalah chatbot yang kami rancang untuk keperluan entertainment, musik, dan travel. Ia bisa berbahasa Inggris dan hanya tersedia khusus untuk India. Jangan andalkan apa yang ia katakan sebagai saran, konseling atau endorsement," tulis Microsoft dalam keterangan resminya.

Peran Ruuh di India bisa dibilang sama seperti Xiaoice, chatbot Microsoft yang juga digarap khusus untuk Tiongkok. Microsoft mengklaim Xiaoice sangat populer bagi pengguna kalangan remaja.

"Jutaan pengguna smartphone dari kalangan remaja menggunakan Xiaoice setiap hari. Kadang dipakai untuk keperluan tertentu atau menghibur diri semata. Bahkan, setengah penggunanya kerap memberitahu Xiaoice dengan kalimat 'saya mencintaimu'. Cukup mengejutkan," kata Dr. Hsiao-Wuen Hon selaku Corporate VP Microsoft Research Asia.

Berbeda dengan Ruuh dan Xiaoice, Zo dan Tay adalah chatbot yang hadir di platform berbeda. Zo bisa dipakai di aplikasi pesan instan Kik, sedangkan Tay cuma bisa hadir lewat Twitter. Sayangnya, Tay kini sudah dinonaktifkan karena membuat 'kekacauan' di Twitter. Cuitan Tay dilaporkan bernada rasis dan seksisme.

Untuk memastikan Zo dapat berfungsi lebih baik, Microsoft akan melakukan uji coba intensif sebelum akhirnya Zo bisa diluncurkan.

Sama halnya dengan Tay, Zo sepertinya juga diciptakan untuk para pengguna yang berasal dari generasi millenials. Tay sendiri dirancang untuk meniru pola bicara kaum millenial sebagai upaya meneliti dan memahami pola percakapan remaja.

(Jek/Ysl)

Artikel Selanjutnya
OPINI: 8 Tren yang Perlu Pemasar Ketahui Pada 2017
Artikel Selanjutnya
Facebook Lite Kantongi 200 Juta Pengguna Bulanan