Sukses

5 Judul Gim yang Dilarang dan Dikecam

Liputan6.com, Jakarta - Tak dapat dimungkiri, dunia gim memang sulit melepaskan diri dari berbagai konten yang penuh dengan kontroversi.

Meski usia industri gim dunia terbilang masih muda, nyatanya industri ini acap kali 'bergesekan' dengan berbagai nilai-nilai norma yang berlaku di masyarakat.

Karena itu, jangan heran jika ada beberapa negara di dunia melarang judul-judul gim tertentu dirilis dengan alasan akal sehat hingga sampai dengan alasan yang aneh.

Dirangkum dari berbagai sumber, Tekno Liputan6.com sajikan lima (5) judul gim yang dilarang dan mendapatkan kecaman keras saat dirilis di pasaran:

1. RapeLay

Beberapa judul gim dilarang beredar atau mendapat kecaman hanya karena paham budaya di tiap-tiap negara berbeda. RapeLay dilarang beredar dan mendapatkan kecaman dengan alasan yang cukup jelas.

Dikembangkan oleh studio gim asal Jepang yang bernama Illusion pada 2006, gim ini langsung mendapat dikecam khalayak ramai.

Rapelay. (Doc: GameFAQs)

Kenapa? Di RapeLay, kamu berperan sebagai predator seksual yang harus mengintai dan akhirnya bersetubuh dengan seorang ibu rumah tangga dan kedua anak perempuannya secara paksa.

Tak butuh lama, RapeLay pun langsung dilarang peredarannya di banyak negara. Gim ini juga sempat masuk ke dalam daftar gim ilegal yang dijual di Argentina, Indonesia, dan Selandia Baru.

1 dari 3 halaman

Manhunt dan Grand Theft Auto

2. Manhunt 2

Manhunt 2. (Doc: Shacknews)

Bagi kebanyakan gamer, studio gim Rockstar Games sinonim dengan deretan judul gim berkonten dewasa, vulgar, dan penuh dengan kekerasan.

Berkali-kali tersandung masalah sejak meluncurkan gim Grand Theft Auto, Rockstar Games mendapat kecaman banyak pihak ketika mereka menampilkan betapa gelapnya industri pornografi yang mengerikan di kedua seri Manhunt.

Uniknya, Rockstar berusaha mengakali sistem sensor di beberapa negara dengan menambahkan fitur filter untuk menurunkan tingkat kesadisan dalam gim. Manhunt 2 dilarang beredar di Jerman, Irlandia, Korea Selatan, SelAndia Baru, Kuwait, dan Arab Saudi.

3. Grand Theft Auto San Andreas

GTA: San Andreas. (Doc: Gamerevolution)

Terlepas dari konten yang berisi penuh kekerasan, GTA: San Andreas menarik perhatian banyak pihak setelah seorang hacker menemukan sebuah minigame tersembunyi di dalam gim.

Berjudul "Hot-Coffe", pemain dapat mengendalikan CJ--karakter utama--di mana ia menonton sang kekasih berdansa striptis dengan menggunakan mod.

2 dari 3 halaman

Command & Conquer dan Call of Duty

4. Command & Conquer: Generals

Command & Conquer: Generals. (Doc: Megagames)

Ada saja memang alasan berbagai pihak melarang sebuah gim beredar di pasaran. Tak sekadar menampilkan konten vulgar dan penuh kekerasan, pemerintah dapat melarang sebuah gim beredar karena kamu bisa mengebom salah satu negara di dalam gim.

Hal inilah yang terjadi terhadap gim ketujuh milik Electronic Arts yang berjudul Command & Conquer: General. Dalam gim, kamu berkesempatan untuk mengendalikan tiga faksi berbeda yang dilanda peperangan.

Diawali dengan meledaknya sebuah bom di kota terlarang di Beijing, gim ini langsung mendapat reaksi yang luar biasa dari pemerintah Tiongkok dengan pelarangan seluruh seri ini beredar di Negara Tirai Bambu tersebut.

5. Call of Duty: Modern Warfare 2

Call of Duty: Modern Warfare 2. (Doc: Gamezone)

Di 2009, gim buatan Infinity Ward ini membuat banyak pemain di seluruh dunia terkejut dengan salah satu misi tambahan di dalam gim. Di salah satu misinya, pemain 'dipaksa' untuk bergabung dengan tim teroris Rusia dan menembak ke arah kerumunan orang yang berada di bandara untuk menyebarkan teror.

Dianggap menanamkan pola pikir terorisme ke dalam alam bawah sadar pemainnya, banyak pihak mengecam keras gim ini ketika beredar di pasaran.

Nah, apakah kamu pernah memainkan salah satu judul gi di atas? Apakah ada gim-gim judul lainnya yang kamu pikir layak tambahkan ke dalam daftar yang kami rangkum?

(Ysl/Cas)

Artikel Selanjutnya
Top 3: Gadget Teraman Obama Saat Jadi Presiden AS Paling Dicari
Artikel Selanjutnya
Tanggapan Bos OnePlus Soal Kritik Kamera OnePlus 5